Terkini.id, Keerom– Satgas Pamtas Yonif Raider 100/Prajurit Setia Pos KM 76 melaksanakan pembuatan kebun dalam rangka memberikan contoh atau pedoman pada masyarakat perbatasan RI-PNG, dengan memanfaatkan lahan kosong disekitar pos untuk bercocok tanam.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Mayor Inf Muhammad Zia Ulhaq dalam rilis tertulisnya di Ukswar, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Minggu, 23 Agustus 2020.
Dansatgas mengatakan, keberadaan kebun nantinya akan menjadi kebun percontohan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar cara bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar halaman rumahnya, seperti yang dilaksanakan oleh Personel Satgas Pos KM 76.
“Sehingga masyarakat memiliki kemampuan dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, ataupun tanaman obat keluarga,” kata Dansatgas.
“Selain itu nantinya hasil tanaman ini dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan mengurangi ketergantungan pangan dari luar, dengan pangan yang lebih sehat dan segar artinya ketahanan pangan dapat terwujud,” tambahnya.
- JNE Menyambung Niat Mulia Para Donatur Bencana untuk Tujuan Kemanusiaan
- Gema Tanpa Kata: Pertunjukan Paduan Suara Teman Tuli
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
- Wawali Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Lomba Kelurahan 2026, Makassar Bidik Juara Nasional
- Dispar Makassar, APPBI dan IMA Siapkan Makassar Great Sale 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
Dansatgas juga berharap, agar semua masyarakat di Kampung Ukswar yang mempunyai lahan kosong atau pekarangan rumah, dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam sayuran yang nantinya bisa dikonsumsi sendiri dan keluarga.
Lebih lanjut dijelaskannya, selain membawa manfaat nilai ekonomi, pemanfaatan lahan kosong ini juga akan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat.
“Tentunya dengan lingkungan bersih, masyarakat akan memiliki lingkungan tempat tinggal yang lebih sejuk, bebas dari polusi udara, terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor serta tidak sehat,” pungkasnya. (Penyonif R 100/PS)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
