Ishaq, Mahasiswa Polbangtan Gowa Program Studi Budidaya Ternak membuktikan kreativitasnya dengan memulai usaha ternak ayam broiler di Desa Ponre Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Penerapan Learning From Home di masa Covid-19 ini dimanfaatkan Ishaq untuk mengamalkan ilmu kewirausahaan di bidang budidaya ternak yang digelutinya.
“Kalian stay di rumah saja demi memutus rantai penyebaran Covid-19, jangan keluyuran, biar Kami petani dan peternak saja yang bekerja untuk menghasilkan pangan buat makan kalian,” ungkap Ishaq dengan penuh antusias.
Apa yang dilakukan Ishaq adalah bukti komitmen dan semangat generasi muda pertanian untuk tetap beraktivitas dan bekerja ekstra di masa pandemi Covid-19 ini.
Usaha peternakan ayam broiler milik Ishaq menggunakan sistem open house dengan kapasitas 3000. Ia pun bermitra dengan salah satu perusahaan lokal di wilayah tempat tinggalnya.
- Honda ST125 Dax Usung Mesin 125cc dan ABS dengan IMU, Bobot Hanya 107 Kg
- 81 Tahun Kejaksaan, Kejari Jeneponto Teguhkan Janji Kembalikan Kepercayaan Publik dengan Humanis
- Dapat Dukungan Penuh IAS, Ismail Aksa Siap Bergerak Pimpin Golkar Sidrap
- Bank Indonesia Sulsel Dukung Kajian IMTI 2026 untuk Memperkuat Pariwisata Ramah Muslim
- Bapemperda DPRD Sulsel Kunjungi PT Vale, Bahas Ranperda Pembagian Keuntungan Tambang
“Kami berupaya maksimal untuk dapat berproduksi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” lanjut Ishaq.
Apa yang dilakukan Ishaq sangat sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.
“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalan genggaman mereka,” ujar SYL.
Sebagai tindak lanjut dari arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan, “Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia.” (WHY/WLN8)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
