Terkini.id, Makassar – Pembangunan Rumah Sakit Batua yang berada di Jalan Abd. Daeng Sirua, Makassar, tak kunjung kelar. Terlebih penyidik kepolisian daerah Sulawesi Selatan menemukan kejanggalan dalam pembangunan rumah sakit tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Febri menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI akan meninjau langsung gedung RS Batua yang saat ini mangkrak.
“Tanggal 21 nanti BPK ke sini dengan KPK,” kata Widoni Febri, Senin, 18 Januari 2021.
Tujuannya untuk memastikan audit yang sementara berjalan. Pasalnya, dalam proses pembangunan, RS Batua menuai sejumlah permasalahan, salah satunya adanya dugaan korupsi.
Widoni mengatakan temuan Polisi akan dilaporkan ke lembaga anti rasuah tersebut.
Pasalnya, pembangunan gedung RS Batua telah menghabiskan anggaran Rp 25 milyar dalam APBD Makassar. Proyek tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai perencanaan.
Ia mengatakan menemukan sejumlah kejanggalan dari struktur bangunan. Mulai dari konstruksi dinding dan lantai yang terlalu tipis. Hal itu dinilai membahayakan, terlebih saat ada tekanan dari atas.
- Raih Pendanaan Riset dan Pengabdian 2026, Kalla Institute Perkuat Komitmen Tri Dharma
- Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Resmikan Kampus Lingkar, Dorong Ekosistem Kreatif di Makassar
- Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Promo Funventure Weekend Special untuk Liburan Hemat
- Kantongi ISO 21001:2018, Poltekpar Makassar Tingkatkan Standar Pendidikan Vokasi
- Kolaborasi Lintas Negara, Fakultas Vokasi Unhas Bahas Teknologi Akuakultur dan Ilmu Kelautan
“Ada kejanggalan dalam konstruksi bangunan ini, ini banyak kekurangan. Lantai basement ini terlalu tipis, ada getaran kalau kita jalan,” kata dia.
Selain itu, beberapa tiang penyangga gedung miring dan tidak sesuai dengan desain bangunan.
“Beberapa tiang juga bengkok, tangga tidak sesuai standar. Kalau kita mau naik terkena kepala,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
