Mantan Kepala Badan Intelijen TNI: Kerusuhan 22 Mei Direncanakan Matang

Terkini.id, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS-TNI) 2011-2013, Laksamana Muda Purn Soleman Ponto meyakini kerusuhan pada 22 Mei itu direncanakan oleh pihak tertentu.

Menurut dia, rencana tersebut dilakukan dengan matang dengan tujuan menciptakan kerusuhan, mendeligitimasi pemilu, hingga menggagalkan Pilpres dan Pileg.

Hal itu disampaikan Soleman dalam tayangan Aiman di Kompas tv, Senin 27 Mei 2019.

“Kalau dilihat polanya, ini dilakukan dengan terencana dan dilakukan orang yang terlatih,” jelas dia.

Orang-orang tersebut, menurut dia, ikut membonceng dalam aksi demonstrasi 22 Mei, bahkan kemungkinan ikut menunggangi peristiwa kerusuhan tersebut.

Menarik untuk Anda:

Menurut dia, sebelum kerusuhan 22 Mei, intelijen sudah membaca tanda-tanda itu.

“Semua sudah ada dalam perkiraan-perkiraan. Seperti penemuan senjata, ada pengiriman senjata hingga adanya sniper (penembak jitu) yang sudah disampaikan Menteri Wiranto,” katanya.

Hingga pada saat kejadian, polisi benar-benar menemukan tersangka, menemukan barang bukti berupa senjata sniper, hingga menemukan mobil yang mengangkut perusuh hingga batu untuk dipakai perusuh.

Termasuk dalam kasus ditemukannya sejumlah peluru di mobil Komandan Brimob, itu direncanakan pihak tertentu.

Dia meyakini ada orang profesional yang terlatih yang sengaja membongkar dan mengeluarkan peluru tersebut dari mobil polisi.

“Itu tidak mungkin dilakukan orang biasa. Orang biasa mendekati saja mobil polisi tidak berani. Pasti yang membuka adalah orang yang pernah dilatih untuk itu,” katanya.

Menurut dia, dengan pola-pola yang jelas tersebut, polisi seharusnya bisa mengungkap siapa dalang di balik kerusuhan tersebut.

“Tinggal bukti-bukti ini ditarik ke atas, saya kira mudah untuk menemukan dalang di balik ini,” katanya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tak Hanya Hina Islam, Appolinaris Darmawan Juga Sebut Muhammad SAW Nabi Hoax

Viral Komentar Suami Sebut Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Harus Diurus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar