Makassar Terkini
Masuk

Mantan Perdana Menteri Malaysia: Soal Pembangunan, Kita Kalah dari Indonesia!

Terkini.id, JakartaMantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad puji Indonesia soal pembangunan, dirinya mengaku Malaysia kalah dari Indonesia.

Tentu saja kabar Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad tiba-tiba memuji Indonesia merupakan kabar mengejutkan, Ia mengakui Malaysia telah cukup tertinggal dari Indonesia dan Vietnam dalam hal pembangunan.

“Saya siap menerima bahwa dari sisi pembangunan, Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam,” kata Mahathir Mohamad dikutip dari twitter @chedetofficial, pada Rabu, 20 April 2022.

“Tentu saja kami selalu berada di belakang Singapura,” kata Mahathir melanjutkan.

Pria yang pernah memimpin Negeri Jiran selama 24 tahun itu juga mengaku syok, pasalnya negaranya juga kalah dari negara-negara Afrika dari segi pembangunan.

“Kita (Malaysia) tidak siap menggunakan teknologi terkini untuk mencapai efisiensi dan membatasi korupsi. Kami menolak teknologi ini karena dapat mengungkap perbuatan salah anggota parlemen kita,” ucapnya.

“Saya diberitahu bahwa jika kita mengadopsi teknologi baru ini akan ada protes keras dari anggota parlemen. Tampaknya banyak dari mereka yang terlibat dalam bisnis ekspor dan impor. Negara kita terus merugi karena kita menolak cara-cara pengelolaan yang lebih baik,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, negaranya terus merugi karena menolak cara-cara pengelolaan yang lebih baik. Menurutnya, negara-negara Afrika lebih menghemat miliaran karena manajemen mereka menggunakan peralatan baru lebih efisien.

“Tentu saja kita tidak perlu merasa malu karena kita disalip oleh negara-negara Afrika. Bukankah kita sudah diberitahu bahwa mencuri uang Pemerintah bukanlah sesuatu yang harus kita malu. Jika bos kita melakukannya, tidak apa-apa,” tutur Mahathir.

Sebagai informasi, Mahathir pernah memimpin Malaysia dari 1981 hingga 2003. Setelah itu, pria berusia 96 tahun ini sempat berkuasa lagi 2018 meski tak lama.

Namun, pemerintahannya hanya bertahan hingga 2020 sebelum berakhir karean pertikaian politik. Sehingga, masa jabatan Mahathir sebagai PM Malaysia mencapai 24 tahun.