Mantan Presiden Mesir Morsi Meninggal, Ini Riwayat Penyakitnya

Morsi.(stuff.co.nz)

Terkini.id, Kairo – Kabar duka dari Mesir. Mantan Presiden Mohammed Morsi meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah pingsan di balik kerangkeng terdakwa dalam ruang sidang di Kairo pada Senin 17 Juni 2019.

Sebelum meninggal dunia, Morsi jatuh pingsan saat disidang dalam kasus dakwaan mata-mata dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Menurut jaksa penuntut umum, Morsi jatuh pingsan tidak lama usai berbicara dari balik kerangkeng yang digunakan untuk menempatkan sebagian terdakwa saat disidang.

Ditambahkan, laporan medis tidak menunjukkan dia mengalami cedera baru-baru ini.

Kematian Morsi tersebut sebelum dilaporkan oleh televisi pemerintah.

“Jenazahnya dipindahkan ke rumah sakit dan prosedur yang perlu dilakukan sedang ditempuh,” lapor televisi pemerintah Nile News.

Morsi dipilih sebagai presiden tahun 2012 ketika masih menjadi pemimpin Ikhwanul Muslimin tetapi ia digulingkan oleh militer satu tahun kemudian menyusul aksi protes massal. Ia tercatat sebagai pemimpin pertama Mesir yang dipilih secara demokratis.

Namun sejak digulingkan ia masuk tahanan dan menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun dalam kasus pemalsuan permohonan pencalonan presiden tahun 2012.

Di bawah pemerintahan yang sekarang, Morsi menghadapi berbagai dakwaan termasuk spionase. Pihak berwenang juga menyasar para pendukungnya dan menggolongkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Kasus mata-mata itu dikaitkan dengan kontaknya dengan kelompok militan Palestina, Hamas.

Tuduhan Kolaborasi Humas

Morsi meninggal pada usia 67 tahun disaat harus menghadapi serangkaian sidang. Al Jazeera menyebutkan kalau Morsi bersama 23 orang lainnya disidang atas tuduhan berkolaborasi dengan hamas.

Saat pingsan, hakim sempat memutuskan agar persidangan ditunda dan dilanjutkan esoknya.

Untuk informasi, Morsi menjadi presiden Mesir yang sah pada 2011. Itu merupakan pemilu demokratis setelah revolusi Mesir.

Namun, Morsi cuma menjabat setahun dari masa jabatan seharusnya yakni empat tahun. Morsi lantas digulingkan setelah adanya protes massal dan kudeta militer pada Juli 2013.

Posisinya makin tidak bagus karena Ikhwanul Muslimin yang mendukungnya dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Sejak digulingkan, Morsi sudah menjalani berbagai proses persidangan. Seperti tuduhan memerintahkan penangkapan dan penyiksaan terhadap pengunjuk rasa pada 2012 yang membuatnya divonis 20 tahun penjara pada 2015.

Tidak hanya itu, pada 2016 dia juga dijatuhi hukuman 25 tahun karena dituduh melakukan spionase terhadap Qatar. Pada akhir 2017, daftar hukumannya bertambah menjadi tiga tahun karena dianggap menghina pengadilan.

Riwayat Kesehatan Buruk

Morsi sempat dilaporkan terancam menghadapi kematian dini karena kondisi penjara yang sangat tidak layak. The Guardian menyebut kondisi kurungan Morsi bisa dikategorikan dalam penyiksaan yang bisa berujung pada kematian dini. Apalagi, Morsi juga memiliki riwayat kesehatan yang buruk.

Morsi disebut memiliki penyakit hati dan ginjal, yang diperburuk dengan diabetes. Laporan itu disampaikan oleh Detention Review Panel (DRP) dari parlemen dan pengacara Inggris yang dimintai bantuan oleh keluarga Morsi. Laporan DRP menyatakan kalau Morsi tidak menerima perawatan medis yang semestinya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini