Mantan Teroris: Dituding Rizieq Shihab Intel Hingga Diracun Dua Kali di Penjara

Terkini.id, Jakarta – Sofyan Tsauri, mantan teroris sekaligus mantan polisi mengaku pernah diracun sebanyak dua kali di penjara karena dituding oleh Rizieq Shihab sebagai intel.

“Saya pernah di dalam penjara diracun, Bang Karni, oleh kelompok ini, gitu,” ungkap Sofyan Tsauri di Karni Ilyas Club pada Jumat, 9 April 20219.

Untuk diketahui, yang ia maksud dengan ‘kelompok ini’ adalah sesama teroris yang dipenjara.

Baca Juga: Turut Berduka, Rizieq Sebut Tengku Zul Telah Raih Kemenangan Menggapai...

“Karena memang waktu itu kan Habib Rizieq ini pernah menuduh saya sebagai intel, ceritanya. Karena menuduh saya sebagai intel penyusup, akhirnya orang-orang ini ada yang percaya dengan kata Habib ini,” lanjutnya.

Tuduhan intel itu pun dibantah Sofyan dengan alasan bahwa tidak mungkin ia dipenjara jika itu benar.

Baca Juga: Rizieq Ngarep Lebaran di Rumah, Politisi PDIP: Kita Tahu Habib...

“Padahal, saya ini dipenjara, Bang Karni. Kalau saya intel kan saya nggak dipenjara,” kata Sofyan.

“Saya digabungkan dengan ikhwan-ikhwan yang lainnya sesama teroris, udah gitu dituduh intel, kan teman-teman jadi gaduh, ‘woah jangan-jangan Sofyan ini intel.’ Akhirnya saya diracun dua kali,” sambungnya.

Ketika ditanya soal jenis racun yang digunakan kepadanya, Sofyan mengaku tidak tahu.

Baca Juga: Unggah Foto Rizieq di Penjara, Guntur Romli: Tampak Bahagia, Tak...

Namun, katanya, racun itu sampai membuatnya dilarikan ke rumah sakit dan hampir mati.

“Yang jelas saya masuk rumah sakit. Muntah-muntah saya, Pak Haji. Pokoknya, dirawatlah di Rumah Sakit dan sebagainya,” ungkap Sofyan.

“Saya hampir mati juga pada waktu itu, tapi alhamdulillah dokter cepat mengobati, saya keluar muntah semua,” tambahnya.

Sofyan mengaku mengetahui ia diracuni sesama tahanan karena pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf.

“Dan itu mereka akui sendiri bahwa dia meracunnya. Jadi minta maaf habis itu,” bebernya.

Menurut Sofyan, tudingan yang dilontarkan Rizieq memang berbahaya.

Terlebih, dalam pandangan kelompok jihad, nyawa dan harta seorang intel itu halal dirampas.

“Saya bilang, wah ini kacau sekali. Fatwah, tuduh-menuduh ini kacau sekali. Karena dalam terminologi kelompok jihad, kalau orang sudah dituduh jasus atau intel, itu pasti halal darah (dan) hartanya tuh. Jadi ngerih,” ujar Sofyan.

Bagikan