Rizieq Meradang di Pengadilan, Yusuf Muhammad: Sabar, Ini Lagi Puasa

Terkini.id, Jakarta – Yusuf Muhammad, pegiat media sosial menanggapi pemberitaan bahwa Rizieq Shihab meradang di persidangan hari ini hingga menunjuk-nunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Yusuf mengingatkan agar Rizieq tidak emosi sebab ini adakah bulan suci Ramadhan di mana umat Muslim berpuasa.

“Waduh. Sabar sabar ini lagi puasa. Jangan emosi,” cuit @yusuf_dumdum pada Rabu, 14 April 2021.

Baca Juga: Hoaks Jokowi Mudik ke Solo, Yusuf Muhammad: Kadrun Memang Otaknya...

Yusuf Muhammad membagikan cuitan itu bersama artikel berjudul ‘Rizieq Meradang di Sidang: Nada Tinggi, Jari Menunjuk Jaksa.’

Adapun Rizieq dikabarkan sempat meradang saat mengikuti jalannya sidang kasus dugaan pemalsuan hasil swab RS Ummi Bogor di PN Jakarta Timur, Rabu, 14 April 2021.

Baca Juga: Turut Berduka, Rizieq Sebut Tengku Zul Telah Raih Kemenangan Menggapai...

Hal itu terjadi karena Rizieq keberatan terus disanggah oleh JPU saat mencecar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Awalnya, Rizieq mencecar Bima terkait tundingannya sebagai pembohong seperti yang terterah dalam Berkas Acara Persidangan.

“Apakah anda tetap bertahan saya bohong? Tetap bahwa saya bohong?” tanya Rizieq ke Bima.

Baca Juga: Rizieq Ngarep Lebaran di Rumah, Politisi PDIP: Kita Tahu Habib...

“Tetap dengan keterangan yang disampaikan tak sesuai dengan kondisinya,” jawab Bima.

Tak puas, Rizieq kembali mencecar Bima dengan pertanyaan yang sama. Ia meminta agar Bima tak memutar-mutar kalimat.

JPU lantas menginterupsi ucapan Rizieq. Jaksa memohon kepada majelis hakim agar terdakwa tak terus-terusan menjawab.

“Majelis hakim yang mulia. Sekali lagi ini bukan panggung jawab-jawab. Tapi tanya baru dijawab. Kalau begini kapan berakhirnya majelis?” kata jaksa.

Menanggapi itu, Rizieq menegaskan bahwa pernyataan Bima sangat penting sebagai pembuktian di persidangan.

“Maaf Jaksa, maaf Jaksa, maaf Majelis Hakim. Ini keterangan Wali Kota Bogor sangat penting. Maaf. Ini kesaksian Wali Kota sebagai Ketua Satgas ini sangat penting, perlu rinci bagi saya,” tandas Rizieq.

Selanjutnya, Rizieq justru tak bertanya lagi kepada Bima. Ia hanya menilai bahwa Bima telah melakukan kebohongan karena menyatakan RS Ummi dan menantunya, Hanif Alatas telah melanggar kesepakatan.

Mendengar hal itu, jaksa kembali menginterupsi Rizieq. Jaksa meminta izin kepada majelis untuk dapat berbicara.

“Izin majelis. Izin majelis,” kata Jaksa.

Diinterupsi kembali, Rizieq nampak meradang. Tangannya menunjuk-nunjuk jaksa dan mengatakan bahwa jaksa telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya sebagai pasien di Rs Ummi.

“Cukup Jaksa Penuntut Umum! Cukup! Ini hak saya bicara. Cukup!” kata Rizieq sambil terus menunjuk-nunjuk jaksa.

“Iya,” timpal jaksa.

“Karena Anda yang menarik saya. Anda ini yang pidanakan kita. Pasien dipidanakan. Anda yang lakukan kriminalisasi pasien. Kriminalisasi RS. Anda yang pidanakan. Jadi saya berhak membela diri karena saya yang akan dipenjara,” cecar Rizieq dengan nada tinggi.

Jaksa lalu membenarkan bahwa Rizieq berhak membela diri. Namun, ia meminta agar Rizieq tak memaksa saksi untuk terus menerus menjawab pertanyaan yang diulang-ulang.

“Betul. Iya, tapi jangan paksa orang,” balas Jaksa.

“Beliau (Bima) disumpah agar tak berbohong. Sekarang saya buktikan beliau berbohong,” timpal Rizieq.

Hakim yang menyaksikan keributan lalu menengahi dan meminta kepada kedua bela pihak untuk bersabar.

“Sabar, saudara sabar,” timpal Hakim.

Bagikan