Marak Penyalahgunaan Obat-obat Terlarang, Ini Kata Anggota DPR RI AMI

Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham

Terkini.id,Makassar – Komisi IX DPR RI bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pengawasan di Bidang Obat dan Makanan kepada ratusan warga kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate kemarin.

Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham yang hadir pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Saya mengingatkan kalau kita semua punya tanggung jawab yang sangat besar, apalagi kita lihat peredaran obat terlarang saat ini sudah sangat marak. Mari jaga anakta, jangan sampai mereka terjerumus pada penyalahgunaan obat, jangan sampai mereka terpengaruh dan menggunakan obat-obat terlarang yang akan berakibat fatal pada kesehatan mereka,” ucap Ketua PKK kota Makassar tahun 2004-2014 ini.

Aliyah Mustika menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam menentukan akan seperti apa sikap dan karakter seorang anak.

“Kita sebagai orang tua sangat berperan penting dalam pembentukan karakter anak, olehnya itu jaga anakta baik-baik, bekali mereka dengan ilmu agama, jangan sampai mereka salah bergaul dan menggunakan obat-obatan terlarang, karena akan merusak masa depan mereka dan juga masa depan bangsa,” tutur Isteri Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Ekspor-Impor dan Iklan Pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, Neni Yulisa yang hadir sebagai pemateri juga mengajak masyarakat untuk menciptakan tubuh dan lingkungan yang sehat dengan cara menjauhi obat-obatan terlarang dan juga makanan mengandung bahan berbahaya.

“Mari kita ciptakan tubuh dan negara Indonesia yang sehat dengan cara mencegah peredaran obat-obatan terlarang, nasihati anak kita baik-baik agar mereka tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Dan juga kita harus lebih selektif dalam mengonsumsi makanan seperti makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya seperti formalin, boraks dan juga pewarna tekstil,” tutur Neni Yulisa.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar Wilayah Sulsel, Erni Arnida.

Berita Terkait