Terkini.id – Ratusan santri Markaz Imam Malik (MIM) secara resmi dikukuhkan sebagai alumni. Penobatan status tersebut terlihat dalam penamatan (wisuda) yang diselenggarakan pada dua tempat yang berbeda BPPK dan BBPVK kota Makassar (14-15/6/2025).
Berdasarkan data yang dihimpun, total santri/siswa yang mengikuti prosesi penamatan pada jenjang yang berbeda ialah 193, dengan rincian PAUD Qur’an (33), Kuttab Qur’an (13), Pesantren Qur’an Mts (101) serta Pesantren MA Qur’an (46).
Dalam sambutannya, ustadz Harman Tajang selaku Direktur Utama MIM menyampaikan dan memberikan penekanan bahwa diantara nikmat yang terbesar ialah nikmat Al-Qur’an bahkan lebih baik dunia dan seisinya.
“Sebuah kesyukuran dan perlu diingat bahwa mengahafal dan mempelajari Al-Qur’an merupakan nikmat yang sangat besar dan bahkan nikmat Al-Qur’an ini lebih baik dari dunia dan seisinya.
Semua kenikmatan itu hanya diberikan kepada orang-orang terpilih” pesannya via daring. .
- Pupuk Indonesia dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Paket Penjualan di Bone
- Ancaman El Nino Mengintai, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Minta Direksi Definitif PDAM Segera Ditetapkan
- Dinkes Jeneponto Perkuat Koordinasi dan Sinergi Program Percepatan Penurunan Stunting 2026
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
Sambungnya, barang siapa yang disibukkan dengan Al-Qur’an maka itu sebuahkenikmatan. Olehnya, jagalah Al-Qur’an, khusus para santri yang di wisuda dan berbangga dengan Al-Qur’an. Terus melakukan murojaah atas hafalan Al-Qur’annya.
Sejalan dengan itu, ustadz Busman Ali turut menitipkan pesan dan harapan kepada para alumni untuk menjadikan ilmu dan pengalaman yang didapatkan beberapa tahun di MIM sebagai bekal untuk menyongsong kehidupan selanjutnya.
“Segala puji bagi Allah, anak-anak kita telah menyelesaikan prosesnya. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama beberapa tahun di MIM menjadi bekal mereka untuk kehidupan selanjutnya. Perlu diingat, diantara masa kehidupan manusia, fase anak-anak merupakan fase yang belia dan emas”, harap Direktur Pelaksana MIM itu.
Tutupnya, sebagai orang tua patut patutnya kita bersyukur telah memberikan pendidikan bagi mereka bukan sekadar ilmu dunia tapi akhirat juga. Di MIM setiap hari santri disuguhkan ilmu Al-Qur’an dan rangkaian kegiatan tarbiyah. Sebab Al-Qur’an sumber kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat.
Sebagai informasi, wisuda hari pertama dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Makassar dan dilanjutkan sekaligus penutupan pada hari kedua di BLK (Balai Latihan Kerja) di Jalan Taman Makam, Panakkukang, Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
