Terkini.id, Makassar – Situasi di Kota Makassar semakin memprihatinkan karena masih banyak pengembang yang enggan menyerahkan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU).
Alasan mereka bervariasi, mulai dari keberatan dengan persyaratan hingga kebangkrutan. Akibatnya, banyak perumahan di Makassar yang tidak terurus dengan baik.
Pengamat Tata Kelola Perkotaan dan Transportasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menilai kerusakan jalan dan tata kelola drainase yang amburadul menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Makassar.
“Terutama perumahan-perumahan yang rentan terhadap banjir karena saluran drainasenya dalam keadaan kacau,” kata Nur Syam.
Masalahnya semakin parah karena penataan oleh Pemerintah Kota Makassar sulit diintervensi karena status kepemilikan aset masih berada di tangan pihak ketiga.
- Wali Kota Appi Dorong Kebijakan Pengisian BBM di SPBU Tetap Berpihak Khusus pada Pengemudi Ojol
- Antrean BBM Mengganggu Mobilitas Warga, Wali Kota Makassar Minta Pelayanan SPBU Dimaksimalkan
- Mentan RI dan Wali Kota Makassar Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas
- Antrean BBM di Makassar Berlanjut, Pemkot dan Pertamina Percepat Normalisasi SPBU
- Wali Kota Appi Serukan OPD Bergerak: 12.939 Jiwa di Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih
Hal ini menjadi keluhan yang banyak disampaikan oleh masyarakat Makassar yang tinggal di kawasan tersebut, karena mereka merasa diabaikan oleh pemerintah kota.
Nur Syam berpendapat bahwa pemerintah kota seharusnya tidak menunggu PSU diserahkan, melainkan harus mengambil inisiatif.
Terlebih lagi, keberadaan PSU sangat penting karena berpotensi sebagai luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersisa di Makassar, terutama mengingat harga lahan yang semakin tinggi.
Seperti yang diketahui, Makassar masih memiliki PR besar dalam mencapai target luas RTH sebesar 30 persen, sementara saat ini baru mencapai 10,99 persen.
“Jika dihitung, perumahan-perumahan tersebut dapat meningkatkan luas RTH. Oleh karena itu, hal ini harus diupayakan,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
