Masih Berstatus Positif Covid19, Trump Pulang ke Gedung Putih dan Lepas Masker

Terkini.id, Jakarta — Secara mengejutkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Pusat Medis Nasional Walter Reed tempatnya dirawat pada Senin 5 Oktober sore. 

Di rumah sakit tersebut, dia telah dirawat empat hari karena terinfeksi virus corona. 

Trump bahkan terlihat langsung melepas masker ketika memasuki balkon Blue Room di Gedung Putih.
Trump disebutkan melanjutkan perawatan Covid-19 dari Gedung Putih.

Baca Juga: Joe Biden Disebut Ingin Amerika Berhenti Jadi Polisi Dunia usai...

Mengutip dari CNN, nantinya dia akan menempati ruang kerja sementara di dalam rumah eksekutif di lantai bawah tanah yang berdekatan dengan ruang medis Gedung Putih tersebut.

Ruang kerja sementara ini sekaligus berfungsi sebagai tempat isolasi Trump yang jauh dari sisi barat Gedung Putih.

Baca Juga: Soal Kebangkitan Taliban di Afghanistan, Trump: Ini Kesalahan Biden!

Dalam cuitannya tersebut sebelum meninggalkan rumah sakit, Trump meminta agar warga AS tidak takut dengan Covid-19.

“Jangan takut dengan Covid-19. Jangan barkan (penyakit) itu mendominasi hidup Anda,” tulisnya dalam unggahan di Twitter.

“Kami telah mengembangkan, di bawah Pemerintahan Trump, beberapa obat dan pengetahuan yang sangat hebat. Saya merasa lebih baik dari 20 tahun lalu!” kata Trump dikutip dari cnnindonesia.

Baca Juga: Klaim Lebih Pintar dari Donald Trump, dr Louis Owien: Dokter...

Dokter Gedung Putih Sean Conley mengatakan bahwa Trump belum sepenuhnya pulih dari perawatan Covid-19. Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Trump yang sebelumnya menyatakan dirinya bersiap meninggalkan rumah sakit.

“Meskipun dia mungkin belum sepenuhnya keluar, tim dan saya setuju bahwa semua evaluasi kami dan yang paling penting status klinisnya mendukung kepulangan Presiden yang aman di mana dia akan dikelilingi oleh perawatan medis kelas dunia 24/7,” kata Sean Conley kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Trump menjalani perawatan di Rumah Sakit Walter Reed sejak Jumat lalu setelah dinyatakan positif Covid-19. Dia mengatakan tidak punya pilihan selain mengambil risiko terpapar Covid-19 dalam perannya sebagai pemimpin AS.

“Saya tidak punya pilihan, saya tidak ingin hanya tinggal di Gedung Putih,” lanjutnya.

“Saya harus berada di depan. Saya tidak bisa dikurung di kamar di lantai atas dan benar-benar aman. Sebagai pemimpin, Anda harus menghadapi masalah. Tidak pernah ada pemimpin hebat yang bisa melakukan itu,” ujar Trump.

Sean Conley mengatakan Trump menerima satu dosis obat eksperimen Covid-19 dari perusahaan Regeneron sesaat sebelum dibawa ke rumah sakit.

Sejauh ini sedikitnya 11 orang di lingkaran terdekat Trump terinfeksi virus corona. Belakangan, Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany menambah daftar sosok terdekat Trump yang dinyatakan positif Covid-19.

Bagikan