Masika ICMI Sulsel Bikin Pelatihan Jadi Fasilitator

Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan menggelar workshop fasilitator di Gedung IBK Nitro, Sabtu 12 Oktober 2019

Terkini.id, Makassar – Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan menggelar workshop fasilitator di Gedung IBK Nitro, Sabtu 12 Oktober 2019.

Tujuan workshop untuk meningkatkan kemampuan fasilitator setiap individu dalam menghadapi perubahan sosial. Terutama bagi masyarakat yang berkecimpung di organisasi, akademisi, masyakarat, maupun  perusahaan.

“Perubahan dari teaching ke facilitating akan membuat tim kerja lebih efektif,” ungkap Muh. Ashry Sallatu, dosen Unhas yang dipercaya menjadi fasilitator dalam workshop.

 

Ashry yang biasa disapa Gego berharap peserta pelatihan mampu memberikan kontribusi bagi organisasi dalam menghadapi perubahan sosial. Misalnya dosen yang masih memakai metode klasik membuat mahasiswa jenuh, bosan, mengantuk, dan membuat mahasiswa  tidak fokus.

Dampaknya mahasiswa memilih bermain game di gadget daripada mendengar dosen. Dengan adanya workshop ini, diharapkan para peserta terutama bagi dosen untuk lebih menjadi pribadi menyenangkan saat mengajar.

“Mahasiswa aktif dengan metode facilitating yang sudah diberikan,” kata Gego.

Ketua Masika ICMI Sulsel drg. Ardiansyah Pawinru  berharap workshop yang diikuti 25 peserta dari berbagai macam latar belakang profesi. Seperti  dosen, aktivis, dan pegiat LSM ini dapat menambah kemampuan fasiliator di profesi masing masing.

“Bisa menjadi fasilitator hebat,” katanya.

 

Andi Muh. Nurul Afdal , dosen sekaligus pengelola Kampus  STIE Lamappapoleonro Soppeng  mengatakan, kegiatan ini sangat berguna bagi dosen. Karena  selama ini banyak dosen yang mengajar sebagai narasumber. Bukan menjadi fasiliator.

“Sehingga banyak mahasiswa yang tidak peduli apa yang saya sampaikan,” katanya.

Masika ICMI Sulsel memperingati ulang tahun dengan menggelar MASIKA FEST 2019. Banyak kegiatan yang digelar. Seperti workshop fasilitator, penanaman pohon, kampanye anti hoax, penyuluhan anti narkoba, pemeriksaan gigi dan mulut gratis, dan seminar nasional.

Berita Terkait
Komentar
Terkini