Terkini.id, Makassar – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshiddiqie mendorong Majelis Sinergi Kalam (Masika ICMI) memikirkan pembangunan ekonomi masyarakat.
“Harus dipikirkan penguasaan ekonomi,” kata Jimly di Kampus Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar, Rabu 26 Juni 2019.
Jimly hadir sebagai pembicara diskusi yang digelar Masika ICMI Orwil Sulawesi Selatan.
Dia mengatakan, hanya 25 juta rakyat Indonesia yang bergantung dari APBN. Mereka adalah aparatur sipil negara, polisi, dan tentara.
Sebanyak 235 juta rakyat bergantung kepada pemilik usaha. Sangat bergantung pada pengusaha.
- Jimly Asshiddiqie: Jangan Berlebihan Menggoreng Rencana Pribadi Ketua MK Nikahi Adik Pak Jokowi
- Ibukota Pindah! Anggota DPD Usul Jakarta Jadi 'DKE' Daerah Khusus Ekonomi
- Aparat Usut Mural Jokowi 404 Not Found, Jimly Asshiddiqie: Presiden Bukan Lambang Negara
- Sebut Ceramah Habib Rizieq Penuh Kebencian, Jimly Asshiddiqie: Harus Ditindak
- Rizieq Shihab Serukan Penghina Nabi Dipenggal, Jimly Asshiddiqie: Ceramah Provokasi
“Dunia usaha,” ungkap Jimly.
Menurut Jimly, penguasaan ekonomi di Indonesia masih timpang. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengatasi ketimpangan adalah dengan membudayakan bisnis yang berbasis syariah.
“Alhamdulillah sistem ekonomi syariah sudah diterapkan dimana-mana. Tapi belum berdampak ke sektor ril,” ujarnya.
Jimly mengatakan, ICMI dan Masika sudah memiliki program sekolah pengusaha. Mendorong anggota menjadi wirausaha.
“Di sektor ril agenda kita ke depan,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
