Masika ICMI Sulsel Kecam Pemukulan Mahasiswa Dalam Masjid

masjid
Masjid Syuhada 45 Kantor Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan

Terkini.id, Makassar – Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Masika ICMI) Sulawesi Selatan mengecam aksi brutal oknum polisi terhadap mahasiswa di dalam masjid. Tindakan tersebut dinilai bisa merusak kerukunan umat beragama.

“Masjid adalah simbol kemaslahatan dan kerukunan ummat secara luas,” kata Ardiansyah S Pawinru, Ketua Masika ICMI Sulawesi Selatan, dalam rilisnya, Rabu 25 September 2019.

Oknum anggota kepolisian dalam video yang beredar di media sosial, masuk dan memukul sejumlah mahasiswa di dalam Masjid Syuhada 45 Kantor Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan. Masjid ini merupakan wakaf dari Almarhum Brigjen (Purn) Haji Andi Sose.

Masika ICMI menyesalkan dan berkeberatan terhadap kejadian tersebut. Meminta dengan tegas kepada pihak berwenang untuk segera merilis pelaku penyerbuan ke masjid dan menindak tegas pelaku.

Menurut Ardiansyah, masjid digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan dan ketertiban sosial melalui dakwah dakwah keagamaan. Maka tidak sepatutnyalah aparat kepolisian memaksa masuk, memakai sepatu laras, dan memukuli mahasiswa yang berada di dalam area masjid.

“Kepolisian harus lebih persuasif dalam menangani proses penyampaian aspirasi,” ungkapnya.

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, kata Ardiansyah, dilindungi oleh Undang Undang No 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Depan Umum.

Masika ICMI Orwil Sulawesi Selatan adalah organisasi masyarakat yang terus menerus mendorong kerukunan antar umat beragama, dan kebebasan menyampaikan pendapat.

“Kami turut mengecam oknum pelaku penyerangan terhadap mahasiswa di dalam area Masjid,” ujar Ardiansyah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini