Terkini.id – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri belum mengumumkan sosok calon presiden (capres) 2024 pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 10 Januari 2023.
Megawati menegaskan penentuan usungan PDIP di Pilpres 2024 sudah seperti taruhan. Meski demikian, Megawati menegaskan penentuan capres yang akan diusung merupakan hak prerogatifnya.
“Emangnya situ tepuk tangan saya tergiur (umumkan capres), enggak. Kan saya Ketua Umum terpilih di kongres sebagai institusi tertinggi partai maka oleh kongres partai diberikan kepada ketua umum terpilih hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan,” ujarnya dalam orasi politiknya.
“(Capres) Urusan gue, gile. Enak aja,” imbuhnya.
Dalam orasi politiknya, Presiden kelima ini juga menyinggung partai yang hanya mendompleng. Ia pun heran dan bertanya kepada Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto soal aturan Pilpres di KPU.
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
- Harrie Sabrang dan Andreas Harjono Muncul dalam Penjaringan Ketua PAC PDI Perjuangan Ujung Pandang
- Rekomendasi Eksternal PDIP Suarakan Reformasi Sistem Politik dan Independensi Penegak Hukum
- Konferda dan Konfercab VI PDIP Sulsel Rampung, Struktur Kepengurusan DPD dan 24 DPC Resmi Ditetapkan
- ARW Kembali Jabat Ketua DPD PDIP Sulsel, Mesakh Sekretaris dan Risfayanti Bendahara
“Aku bilang politik sekarang kok kayak gitu ya, gimana maunya emangnya nggak punya kader sendiri. Dia dompleng-dompleng itu aturannya. Saya sampai tanya sama ke Hasto, KPU apa aturan sudah lain,” tuturnya.
Megawati juga menyebut seharusnya parpol dibentuk untuk mempersiapkan kader menghadapi momen politik. Ia menegaskan di PDIP tidak mudah untuk menjadi kader.
“Kalau kayak gini kan konotasinya partai tidak punya kader. Padahal sudah jelas pemilu itu ada calon, itu harus ada. Jadi pertanyaan saya, mau bikin partai untuk apa? Kalau kita sudah jelas, untuk jadi kader saja susah,melamar dulu, dapat KTA,” herannya.
Megawati menambahkan Pilpres kali ii sepert anomali. Padahal aturan Pemilu dan Pilpres sudah jelas.
“Inikan Pemlu kelima ya. Kenapa ya heboh, saya sebut tahun anomali, kayak tidak jelas,” sebutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
