Garuda Indonesia Jaya di Masa SBY, Terancam Bangkrut di Masa Jokowi, Yan Harahap Sentil PDIP

Garuda Indonesia Jaya di Masa SBY, Terancam Bangkrut di Masa Jokowi, Yan Harahap Sentil PDIP

Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaYan Harahap selaku Politikus Partai Demokrat sentil habis-habisan politisi PDIP yang kerap bandingkan masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Jokowi.

Yan Harahap kali ini menyoroti fenomena maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang terancam bangkrut di era kepemimpinan Jokowi, sedangkan berjaya di era kepemimpinan SBY.

Pernyataan menohok Yan Harahap kali ini berkaitan dengan salah satu maskapai penerbangan berpelat merah yang terancam bangkrut yakni Garuda Indonesia.

Ia menyentil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan membandingkan masa kejayaan Garuda di tahun 2012, dan hampir terancam bangkrut di tahun 2021.

“Hasto tahu gak ya, puncak terbaik Garuda itu di 2012 dan bangkrut dengan utang 70 Triliun di 2021?,” ujar Yan Harahap dikutip dari Galamedia.

Baca Juga

Pernyataan Yan Harahap sebenarnya menanggapi cuitan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

Seperti yang terlihat, Said Didu mengaku dirinya tahu banyak soal Garuda Indonesia yang nasibnya kini sedang di ujung tanduk.

“2005 Garuda hampir bangkrut, sdh tdk bisa terbang ke bbrp negara krn menunggak pembayaran sewa pesawat,” ungkap Said Didu.

Namun menurutnya, pada 2006 Garuda Indonesia mendapat suntikan dana sebesar Rp 1 triliun ditambah Rp 450 juta hasil penjualan kantor Garuda Indonesia.

“2006 diberikan PMN sbsr Rp 1 plus 450 m penjualan kantor Garuda oleh KemBUMN (skrg kantor KemBUMN) dan kembali sehat,” kata mantan Sekretaris BUMN itu.

Said Didu pun melanjutkan, bahwa puncak terbaik Garuda Indonesia terjadi pada 2012 dengan mencatatkan laba sebesar 110 juta dolar AS.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.