Membangun Bulukumba dengan Kerja, Bukan Sekadar Kata

Membangun Bulukumba dengan Kerja, Bukan Sekadar Kata

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, Bulukumba — Pembangunan daerah tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa berawal dari hal sederhana, yakni keberanian untuk bekerja, konsistensi menjalankan tanggung jawab, hingga kepedulian menjaga fasilitas dan lingkungan yang digunakan bersama.

Bagi Bupati Bulukumba H. Andi Muchtar Ali Yusuf, gagasan dan perencanaan pembangunan baru memiliki arti ketika diwujudkan menjadi tindakan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sesuatu itu dikerja, bukan dicerita,” kata Andi Muchtar Ali Yusuf.

Kalimat tersebut menjadi penekanan bahwa pembangunan tidak cukup berhenti pada pembicaraan, perencanaan, maupun janji.

Ada pekerjaan yang harus dilakukan agar gagasan berubah menjadi program, pelayanan, dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Dari Wacana Menjadi Kerja Nyata

Baca Juga

Pembangunan membutuhkan perencanaan. Namun, perencanaan pada akhirnya harus bertemu dengan pelaksanaan.

Karena itu, Andi Muchtar mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan.

Pemerintah menjalankan program dan pelayanan, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui partisipasi, kepedulian, serta menjaga hasil pembangunan yang telah tersedia.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui pidato atau penyampaian program, tetapi juga melalui keteladanan dan edukasi.

“Rakyat butuh melihat teladan, bukan sekadar mendengar pidato. Masyarakat butuh diajarkan cara membangun, bukan hanya diberi janji pembangunan,” ujarnya.

Pesan itu menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya mengenai apa yang dikerjakan pemerintah. Ada proses mengajak masyarakat memahami, terlibat, dan ikut menjaga perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Pembangunan yang Perlu Dijaga

Sebuah pembangunan tidak selesai ketika fasilitas telah berdiri atau sebuah program telah dilaksanakan.

Hasil pembangunan membutuhkan perawatan dan kepedulian agar manfaatnya dapat bertahan. Di tingkat masyarakat, hal itu dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, menciptakan ketertiban, serta menjaga keamanan dan kedamaian lingkungan.

Dengan demikian, pembangunan menjadi tanggung jawab yang tidak berhenti pada pemerintah.

“Pembangunan lahir dari kerja keras, keringat, ketekunan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Bagi Andi Muchtar, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang direncanakan. Yang lebih penting adalah kemampuan mewujudkan program tersebut menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kemajuan Dibangun Hari Ini

Berbicara tentang pembangunan berarti berbicara tentang masa depan. Tetapi masa depan itu dibentuk dari pekerjaan yang dilakukan hari ini.

Karena itu, Andi Muchtar mengajak masyarakat agar tidak membiarkan harapan berhenti sebagai percakapan.

“Kemajuan tidak dipinjam dari masa depan. Kemajuan dibangun hari ini, dengan tangan kita sendiri, dengan keteguhan hati yang tidak goyah walau badai menghantam,” tuturnya.

Pesan tersebut menempatkan konsistensi sebagai bagian penting dalam pembangunan. Perubahan tidak selalu hadir dalam waktu singkat. Namun, pekerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari proses panjang membangun daerah.

Kerja nyata juga tidak selalu berbentuk proyek besar. Ia dapat hadir melalui pelayanan yang lebih baik, lingkungan yang terjaga, fasilitas yang dirawat, serta masyarakat yang semakin peduli terhadap daerahnya.

Membangun Bulukumba Bersama

Kecintaan terhadap daerah, menurut Andi Muchtar, juga perlu diwujudkan melalui karya dan pengabdian.

Bulukumba sebagai Bumi Panrita Lopi memiliki potensi sekaligus tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Begitu pula masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir melalui kebijakan dan pelayanan.

“Di sini, di Bumi Panrita Lopi, kita berdiri bersama, bekerja bersama dan membangun bersama. Bukan untuk satu orang, bukan untuk satu kelompok, melainkan untuk seluruh rakyat yang mencintai tanah air ini,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kerja bersama dalam pembangunan Bulukumba. Pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan program dan pelayanan, sedangkan masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi serta menjaga hasil pembangunan.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang seberapa banyak yang dibicarakan.

Pembangunan adalah tentang apa yang benar-benar dikerjakan.

Tentang gagasan yang diwujudkan, fasilitas yang dirawat, pelayanan yang dirasakan, dan perubahan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di tengah berbagai harapan tentang masa depan Bulukumba, pesan itu terdengar sederhana, tetapi jelas:

“Dikerja, bukan dicerita.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.