Mencari ASS: Dalang Uang Palsu UIN Alauddin di Balik Ambisi Pilkada

Mencari ASS: Dalang Uang Palsu UIN Alauddin di Balik Ambisi Pilkada

K
Kamsah

Penulis

Ambisi Politik yang Tak Kunjung Tercapai

ASS bukan nama baru di kancah politik Sulawesi Selatan. Ia pernah mencoba maju sebagai Wali Kota Makassar pada 1999, tetapi gagal mendapatkan dukungan yang cukup.

Langkah serupa ia tempuh dalam Pilgub Sulsel 2024 melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun ambisinya kembali kandas karena minim dukungan internal.

Kegagalan demi kegagalan ini memunculkan dugaan bahwa ASS mencari jalan pintas untuk membiayai ambisi politiknya, salah satunya melalui peredaran uang palsu.

Pilkada dan Uang Palsu

Baca Juga

Kepolisian mengungkapkan bahwa uang palsu ini sempat viral pada September 2024, memperkuat dugaan keterlibatan ASS. Jika benar, kasus ini menjadi gambaran suram bagaimana ambisi politik dapat mendorong seseorang melanggar hukum.

Pilkada sering kali menjadi arena mahal yang memaksa kandidat mencari cara instan, termasuk jalur ilegal. Fenomena ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan ketatnya persaingan politik di tingkat lokal.

Tantangan Hukum dan Reputasi yang Dipertaruhkan

Sebagai figur publik, ASS pernah dikenal sebagai pengusaha sukses dan pemimpin organisasi besar seperti Pemuda Pancasila Sulsel. Namun, dugaan keterlibatannya dalam kasus ini mengancam reputasinya.

Dengan status buron yang disandangnya, ASS kini menghadapi dua pilihan: melawan kasus ini secara hukum atau terus bersembunyi dari sorotan publik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.