Terkini.id, Makassar – Tim Hukum Danny-Fatma menilai penegakan hukum pelanggaran kasus pemilu oleh Bawaslu Makassar belum optimal, dan terkesan tebang pilih.
Pasalnya, sejumlah pelanggaran yang dilaporkan diputuskan tanpa alasan yang jelas.
Ketua Tim Hukum Idamanta, Muktar Djuma mengatakan, saat ini pihaknya sudah berada di Jakarta dan resmi melaporkan Bawaslu Makassar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Sejumlah pelanggaran yang kita laporkan itu dimentahkan tanpa alasan yang jelas, bahkan terkesan tebang pilih dalam setiap penindakan,” kata Muktar Djuma di Jakarta, Senin, 23 November 2020.
Ihwal pelaporan yang diajukan ke DKPP, Muktar Djuma menyebut, ada pola-pola kotor yang telah dimainkan Bawaslu dan Pemeritah Kota Makassar.
- Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan 6 Pickup Distribusi Air Bersih
- Yudisium Semester Genap, 478 Mahasiswa Polbangtan Gowa Didorong Terus Tingkatkan Prestasi
- Bupati Jeneponto Tegaskan Coffee Morning Jadi Wadah Lahirkan Ide Baru untuk Kemajuan Jeneponto
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Warga Beli BBM Sesuai Kebutuhan, Antrean SPBU di Sulsel Mulai Melandai
- Andi Rachmatika Dewi Soroti Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg di Sulsel
Kendati begitu, ia enggan merinci lebih detail terkait pokok pelaporan tersebut.
“Tidak usah saya sampaikan di sini apa saja yang kami laporkan ke DKPP” ujarnya.
Muktar menegaskan bahwa warga Makassar bukan orang bodoh dan tahu permainan yang sedang dimainkan Bawaslu dan Pemkot Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
