Terkini.id, Makassar – Tim Hukum Danny-Fatma menilai penegakan hukum pelanggaran kasus pemilu oleh Bawaslu Makassar belum optimal, dan terkesan tebang pilih.
Pasalnya, sejumlah pelanggaran yang dilaporkan diputuskan tanpa alasan yang jelas.
Ketua Tim Hukum Idamanta, Muktar Djuma mengatakan, saat ini pihaknya sudah berada di Jakarta dan resmi melaporkan Bawaslu Makassar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Sejumlah pelanggaran yang kita laporkan itu dimentahkan tanpa alasan yang jelas, bahkan terkesan tebang pilih dalam setiap penindakan,” kata Muktar Djuma di Jakarta, Senin, 23 November 2020.
Ihwal pelaporan yang diajukan ke DKPP, Muktar Djuma menyebut, ada pola-pola kotor yang telah dimainkan Bawaslu dan Pemeritah Kota Makassar.
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
Kendati begitu, ia enggan merinci lebih detail terkait pokok pelaporan tersebut.
“Tidak usah saya sampaikan di sini apa saja yang kami laporkan ke DKPP” ujarnya.
Muktar menegaskan bahwa warga Makassar bukan orang bodoh dan tahu permainan yang sedang dimainkan Bawaslu dan Pemkot Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
