Mendesak, Berikut 16 Kebutuhan Pengungsi Banjir Luwu Utara

Terkini.id, Masamba – Operasi pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu Utara 13 Juli 2020 malam lalu tengah berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara Propinsi Sulawesi Selatan menyampaikan kebutuhan mendesak pengungsi bencana banjir bandang di Luwu Utara.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Luwu Utara, Muslim Muhtar dalam rilisnya menyampaikan sejumlah kebutuhan yang paling mendesak diharapkan oleh para pengungsi korban bencana alam banjir bandang Luwu Utara.

Baca Juga: Menyedihkan, Mayat Korban Banjir Flores Timur Ditemukan Masih di Atas...

“Saat ini pengungsi korban bencana banjir Luwu Utara memerlukan banyak keperluan mendesak. Seperti air bersih, tandon air, pompa air,” ujarnya.

Kebutuhan lain kata dia juga sangat dibutuhkan seperti obat-obatan dan suplemen, MPASI, pakian dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut dan sarung.

Baca Juga: Ratusan Pengungsi Rohingya di Aceh Kabur, Kadis Sosial Sebut Menuju...

“Kemudian peralatan pembersih rumah, family kit, masker, genset, alat lenerangan portable, WC Potable, mobil tangki dan lainnya,” tambahnya.

Selain itu, BPBD Luwu Utara upaya penanganan pasca bencana. Dimana TRC BPBD dan pemerintah kecamatan
masih melakukan Asessment perbaikan data pengungsi untuk setiap Kecamatan yang terdampak.

Kemudian pencarian, evakuasi dan pendataan korban Jiwa dilakukan oleh tim Basarnas, TNI, Polri TRC PB, dan Relawan lainnya.

Baca Juga: Pengungsi Dusun Pempioang Tampalang Sulbar Butuh Tenda

BPBD mendistribusikan bantuan logistik dan pembagian pakaian layak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena banjir.

Melakukan pendataan pengungsi di 6 Posko Taktis (Posko Radda, Posko Masamba, Posko Bone, Posko Bone Tua, Posko di Depan Kantor Bupati).

Assessment kerusakan infrasruktur bangunan pemerintahan, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.

Di samping itu, berbagai kendala juga dihadapi dalam penanganan banjir di Luwu Utara, seperti keterbatasan alat berat (eksavator dan truk pengangkut material) untuk membuka akses jalur yang tertimbun material lumpur.

“Keterbatasan alat transportasi dan kendaraan oprasional guna distribusi logistik dan bantuan serta mobilisasi relawan,” bebernya.

Sponsored by adnow
Bagikan