Mengejutkan! Gatot Nurmantyo Ungkap Dirinya Pernah Diajak Kudeta AHY dari Demokrat Sebelum KLB Digelar

Mengejutkan! Gatot Nurmantyo Ungkap Dirinya Pernah Diajak Kudeta AHY dari Demokrat Sebelum KLB Digelar

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa dirinya pernah diajak untuk mengudeta Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dari Demokrat.

Ia mengaku sempat ditemui oleh seseorang yang mengajaknya untuk mengudeta AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

Hal tersebut dibeberkan oleh Gatot dalam sebuah wawancara dengan Bang Arief yang berlangsung pada hari Jumat, 5 Maret 2021 lalu sebelum KLB Deli Serdang Sumut diadakan yang pada akhirnya berujung dengan keputusan pengangkatan Moeldoko menjadi ketua umum. 

“Banyak yang bertanya kepada saya, ‘Pak, Bapak juga digadang-gadang menjadi …’ Ya, saya bilang ‘Siapa sih yang enggak mau. Partai dengan 8% kalau enggak salah kan, besar, kan dia mengangkat Presiden, segala macam kayak gitu’. Ada juga yang datang sama saya,” ujar Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam sebuah video yang diunggah sebuah akun Instagram bercentang biru pada hari Minggu ini, 7 Maret 2021, dikutip dari liputan6. 

“Respons Bapak? Respons Bapak gimana?” tanya Arief selaku pihak pewawancara dalam video. 

Baca Juga

“Datang, ‘Wuh menarik juga’ saya bilang. Gimana prosesnya? ‘Begini, Pak, nanti kita bikin KLB,'” ujarnya, menirukan sosok yang mengajaknya untuk mengudeta AHY.

“KLB terus gimana? Ya nanti visi yang dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu. Mosi tidak percaya, AHY turun. Setelah turun, baru pemilihan, ‘Bapak nanti pasti deh begini, begini’. Oh begitu ya, saya bilang begitu gitu,” jelas Gatot Nurmantyo.

Namun, mendengar visi yang dimiliki oleh pihak kudeta, Gatot lantas mengatakan bahwa tidak mudah baginya untuk menurunkan AHY.

Ia mau tak mau tiba-tiba langsung teringat Istana dan SBY. Terlebih lagi SBY pernah memberikan kepercayaan serta amanah kepadanya.

“Saya bilang menurunkan AHY, saya bilang gini, ‘Lho, saya ini bisa naik bintang satu, bintang dua, taruhlah itu biasalah. Tapi kalau begitu saya naik bintang tiga itu Presiden pasti tahu kan gitu. Kemudian jabatan Pangkostrad, pasti Presiden tahu. Apalagi Presidennya tentara waktu itu Pak SBY, ya kan. Tidak sembarangan gitu. Bahkan saya Pangkostrad dipanggil oleh SBY ke Istana, ‘Kamu akan saya jadikan Kepala Staf Angkatan Darat’. Karena saya terima kasih atas penghargaan ini dan akan saya pertanggungjawabkan,” cerita Gatot panjang lebar. 

“‘Laksanakan tugas dengan profesional. Cintai prajuritmu dan keluarga dengan segenap hati dan pikiranmu. Itu saja, selamat.’ Beliau tidak titip apa-apa, tidak pesan lainnya lagi,” ungkapnya, mengenang memori bersama Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY. 

Oleh karena itu, Gatot kemudian meneguhkan hati tak ingin mengecewakan SBY. Apalagi ia teringat atas jasa dua presiden yang membesarkannya itu (Presiden Jokowi dan SBY). I benar-benar tak ingin mengecewakan mereka.

“Maksud saya begini, apakah iya saya dibesarkan oleh dua Presiden, satu Pak Susilo Bambang Yudhoyono, satu lagi Pak Joko Widodo kan gitu. Terus saya membalasnya dengan mencongkelkan anaknya?” pungkasnya diiringi dengan sebuah pertanyaan retorik yang kemudian menjadi alasan ia tak ingin diajak untuk mengudeta AHY. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.