Mengejutkan! Sebanyak 40 dari 46 Kasus Omicron Indonesia Sudah Divaksinasi Lengkap, Kok Bisa Terinfeksi?

Mengejutkan! Sebanyak 40 dari 46 Kasus Omicron Indonesia Sudah Divaksinasi Lengkap, Kok Bisa Terinfeksi?

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mengejutkan! Sebanyak 40 dari 46 kasus Omicron Indonesia sudah divaksinasi lengkap, kok bisa terinfeksi? Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan sudah ada 46 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Dari 40 orang itu di antaranya bahkan tercatat telah divaksinasi lengkap sebanyak dua kali.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan dalam keterangan pers secara virtual di Jakarta, Senin 27 Desember 2021 kemarin.

“Dari 46 orang yang sudah dikonfirmasi positif (terpapar varian Omicron) ada lima (pasien) belum dapat vaksin sama sekali, dan satu orang yang sudah vaksin satu kali. Sebagian besar sudah divaksin (dua kali),” ungkapnya.

Nadia mengaku, kendati sudah vaksinasi lengkap namun potensi penularan varian Omicron masih tetap ada. Pasalnya, berdasarkan informasi yang ada saat ini varian B.1.1.529 itu mampu menghindari sistem imun yang dibentuk vaksin Covid-19.

“Itu yang menyebabkan efikasi vaksin menurun. Kita lihat kemampuan untuk memberikan perlindungan terhadap penularan vaksin hanya 33 persen sekarang. Tetapi untuk perawatan rumah sakit, bisa memberikan proteksi 70 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan pasien yang terpapar varian Omicron di Indonesia cenderung tidak bergejala. Kendati demikian, beberapa pasien bergejala ringan seperti batuk-batuk.

Sementara itu, kasus varian Omicron di Indonesia dilaporkan terus bertambah. Pada Sabtu 26 Desember 2021, Kemenkes telah mencatat tambahan 27 kasus yang sebagian besar berasal dari pelaku perjalanan internasional atau imported cases.

Sehingga, atas tambahan kasus itu total varian Omicron di Indonesia menjadi 46 orang sejak pertama kali diumumkan pada Kamis 16 Desember 2021 lalu.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen dari Badan Litbangkes, kami kembali mengidentifikasi adanya tambahan kasus Omicron sebanyak 27 orang. Saat ini, sebagian besar telah menjalani karantina di Wisma Atlet dan sebagian lagi di RSPI Sulianti Saroso,” jelas Nadia seperti dikutip dari laman Kemenkes, Senin 26 Desember 2021.

Terkait lonjakan kasus varian Omicron, ia mengatakan kenaikan ini disebabkan jumlah pelaku perjalanan internasional yang meningkat.

“Yang tadinya seribu orang terus sekarang ini sudah hampir 3.500, bahkan akan meningkat sampai 4.000-5.000 orang. Otomatis jumlah kasus yang positif Omicron meningkat,” beber Nadia.

Selain itu, Nadia mengatakan penyebab kenaikan kasus ini adalah negara-negara yang sudah mendeteksi adanya varian Omicron terus bertambah, sehingga membuat virus ini semakin luas penyebarannya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menunda atau tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Masyarakat juga diminta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas), serta mengikuti program vaksinasi Covid-19,” tegas Nadia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.