Pakai Masker Katup Bisa Tularkan Virus Omicron? Ini Penjelasan Seorang Ahli

Terkini.id, Jakarta – Varian baru Covid-19 yang disebut Omicron saat ini sangat menyita perhatian masyarakat dunia. Disebut pasien pertama Covid-19 varian Omicron di Hong Kong diduga menularkan virus melalui masker berkatup udara.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC) pun sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker katup. Sebab, masker itu tak bisa melindungi pengguna dari Covid-19.

“Mereka (masker berkatup) memang terasa lebih nyaman digunakan. Namun, Anda tidak melindungi orang-orang sekitar Anda. Kami sangat tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker berkatup,” ungkap Ahli Penyakit Menular Maybeth Sexton, dikutip CNN, September 2020 silam.

Baca Juga: Waspada! Omicron Masih Bisa Serang Orang yang Sudah Vaksin, Kenali...

Ia mengatakan katup pada masker membuat aliran udara bisa dengan mudah keluar dan masuk.

“Kami sangat tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker berkatup,” tegas Sexton.

Baca Juga: Luhut Minta Warga Ikut Aturan Pencegahan Covid: Jangan ke Luar...

Erlang Samoedro, dokter spesialis paru (pulmonologi) juga mengungkapkan bahaya penggunaan masker berkatup. Melansir dari CNN. Senin, 29 November 2021.

“[Penggunaan masker katup] enggak disarankan. Kalau masker berkatup itu hanya aman untuk diri sendiri, tidak untuk lingkungan,” kata Erlang.

Masker katup (valve mask) merupakan masker dengan katup (valve) yang berfungsi menyaring udara masuk sekaligus jalan keluar udara yang dihembuskan. Dalam sebuah tinjauan yang diterbitkan di Jurnal Narada Universitas Mercu Buana, prinsip kerja masker katup mengalirkan udara dari dan keluar katup dan bersifat satu arah yakni dari dalam ke luar.

Baca Juga: Luhut Minta Warga Ikut Aturan Pencegahan Covid: Jangan ke Luar...

Jika masker hanya memiliki satu katup, aliran udara masuk dan keluar hanya terjadi di satu ‘pintu’. Sementara untuk desain lebih dari satu katup, terdapat katup udara masuk dan katup udara keluar. Meski terkesan memberikan perlindungan ekstra, nyatanya masker ini hanya melindungi si pemakai.

“Bila dipakai oleh orang yang terkena Covid-19, udara napasnya keluar dan berpotensi menularkan ke sekitarnya,” imbuh dia.

Lantas masker seperti apa yang dianjurkan dalam pencegahan?

Erlang berkata penggunaan masker tergantung dari tujuan pemakaian. Untuk aktivitas sehari-hari, double mask disarankan. Double mask berarti masker medis dilapisi dengan masker kain. Selain double mask, ia pun menyarankan masker model KN95.

Menurutnya, masker KN95 bisa digunakan untuk sehari-hari maupun keperluan medis.

“Yang penting juga, ketika menggunakan masker, [harus lolos] fit test sehingga tidak ada kebocoran di sela-sela masker,” katanya.

Selain memakai masker, protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, juga harus diperhatikan. Jangan lengah dan kendor protokol kesehatan, khususnya Anda yang harus berada di tempat umum.

Varian omicron kali pertama dideteksi di Botswana kemudian menyebar ke Afrika Selatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian masuk dalam kelompok ‘varian yang menjadi perhatian’ dan lebih menular daripada strain Delta.

Temuan varian baru membuat sejumlah negara menutup pintu bagi pendatang dari sejumlah negara di Afrika Selatan seperti Inggris, Israel, Jerman, Australia, AS, Brasil, Bahrain, Thailand, Kanada, Singapura, Kuwait dan Mauritius.

Bagikan