Mengenal Asrarudin Salam, Anak Kampung dari Sulsel Sukses Jadi Diplomat Muda di Sejumlah Negara

Mengenal Asrarudin Salam, Anak Kampung dari Sulsel Sukses Jadi Diplomat Muda di Sejumlah Negara

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, LebanonBagi sebagian orang, bekerja di luar negeri adalah impian yang sulit direalisasikan. Namun, bagi mereka yang beruntung menjadi bagian dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia (KBRI) di berbagai belahan dunia, impian tersebut dapat menjadi kenyataan.

Seperti yang sukses direalisasikan oleh salah seorang pria asal sebuah kampung bernama Uloe di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Indonesia yang kini sukses menjadi Diplomat Muda di luar negeri. Namanya adalah Asrarudin Salam. Mau mengenal seperti apa sosoknya? Berikut hasil wawancara khusus Makassar Terkini / TERKINI.ID :

Mengenal Asrarudin Salam, Anak Kampung dari Sulsel Sukses Jadi Diplomat Muda di Sejumlah Negara
Mengenal Asrarudin Salam bersama istri

Boleh ceritakan bagaimana awal bergabung menjadi bagian Diplomat?

Sebelum mengirimkan berkas lamaran kerja ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI via Unhas, saya tidak tahu menahu tentang profesi Diplomat dan Perwakilan RI (KBRI/KJRI/KRI) di luar negeri.

Benar-benar awam di bidang hubungan internasional. Tapi, tiba-tiba seorang senior Jurusan Hubungan International Unhas mengajak saya daftarkan diri karena dia butuh teman ikut seleksi.

Baca Juga

Saya tanya ke senior saya itu, daftar jadi apa? Dia jawab, Diplomat yang tugasnya mewakili negara di luar negeri bergaji Dollar dan kebal hukum. Mendengar itu, saya spontan mengiyakan, wah ok juga ini pekerjaan.

Mengenal Asrarudin Salam, Anak Kampung dari Sulsel Sukses Jadi Diplomat Muda di Sejumlah Negara
Asrarudin Salam dan anak

Akhirnya, kami berdua putuskan daftarkan diri, siapkan berkas lamaran kerja dan seharian itu gak ngajar bahasa Inggris di Briton International School cabang Arief Rate Makassar.

Bagaimana seleksi/ proses rekrutmen masuk?

Seleksinya berlapis dan ketat sekali. Saya memilih jalur khusus (perwakilan daerah/provinsi) dengan kuota hanya 1 kursi. Dimulai dari seleksi alumni Unhas (S1 – S3 non- eksakta), seleksi berkas, tes pengetahuan umum dan wawancara substansi, tes tulis substansi, psiko tes wawancara, psiko tes tertulis, TOEFL, hingga tes kesehatan lengkap yang dilakukan di Jakarta.

Waktu itu, seleksinya berlangsung dari sekitar bulan Oktober 2004 – Januari 2005. Dari hampir 15.000 pelamar, termasuk lulusan S2, S3 luar negeri, yang diterima hanya 100 orang seluruh Indonesia yang disaring ketat berjenjang dari jalur daerah dan umum.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.