Terkini, Lebanon – Bagi sebagian orang, bekerja di luar negeri adalah impian yang sulit direalisasikan. Namun, bagi mereka yang beruntung menjadi bagian dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia (KBRI) di berbagai belahan dunia, impian tersebut dapat menjadi kenyataan.
Seperti yang sukses direalisasikan oleh salah seorang pria asal sebuah kampung bernama Uloe di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Indonesia yang kini sukses menjadi Diplomat Muda di luar negeri. Namanya adalah Asrarudin Salam. Mau mengenal seperti apa sosoknya? Berikut hasil wawancara khusus Makassar Terkini / TERKINI.ID :

Boleh ceritakan bagaimana awal bergabung menjadi bagian Diplomat?
Sebelum mengirimkan berkas lamaran kerja ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI via Unhas, saya tidak tahu menahu tentang profesi Diplomat dan Perwakilan RI (KBRI/KJRI/KRI) di luar negeri.
Benar-benar awam di bidang hubungan internasional. Tapi, tiba-tiba seorang senior Jurusan Hubungan International Unhas mengajak saya daftarkan diri karena dia butuh teman ikut seleksi.
- Dalton Makassar Tawarkan Diskon Paket Nikah hingga 10 Persen di Claro Wedding Expo 2026
- LPK Sulsel Laporkan Dugaan Pungli Dana BOK Puskesmas Tarowang ke Kejari Jeneponto
- Honda Monkey Dapat Sentuhan Baru, Tampil Makin Ikonik dengan Tiga Pilihan Warna
- Dugaan Pemalsuan KK Muncul Terkait Pengambilan BLT Kesra di Desa Borongtala, APH Diminta Mengusut Tuntas
- Jalan Peningkatan Senilai 11,4 Miliar di Jeneponto Rusak Parah, Integritas APH di Uji
Saya tanya ke senior saya itu, daftar jadi apa? Dia jawab, Diplomat yang tugasnya mewakili negara di luar negeri bergaji Dollar dan kebal hukum. Mendengar itu, saya spontan mengiyakan, wah ok juga ini pekerjaan.

Akhirnya, kami berdua putuskan daftarkan diri, siapkan berkas lamaran kerja dan seharian itu gak ngajar bahasa Inggris di Briton International School cabang Arief Rate Makassar.
Bagaimana seleksi/ proses rekrutmen masuk?
Seleksinya berlapis dan ketat sekali. Saya memilih jalur khusus (perwakilan daerah/provinsi) dengan kuota hanya 1 kursi. Dimulai dari seleksi alumni Unhas (S1 – S3 non- eksakta), seleksi berkas, tes pengetahuan umum dan wawancara substansi, tes tulis substansi, psiko tes wawancara, psiko tes tertulis, TOEFL, hingga tes kesehatan lengkap yang dilakukan di Jakarta.
Waktu itu, seleksinya berlangsung dari sekitar bulan Oktober 2004 – Januari 2005. Dari hampir 15.000 pelamar, termasuk lulusan S2, S3 luar negeri, yang diterima hanya 100 orang seluruh Indonesia yang disaring ketat berjenjang dari jalur daerah dan umum.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
