Mengisahkan Pengalaman Hidup Pelaut, Abdul Rahim Luncurkan Novel ‘Seindah Purnama di Atas Samudra’

Terkini.id, Makassar – Penerbit MIB Indonesia menggelar peluncuran novel ‘Seindah Purnama di Atas Samudra’ dan Talkshow Kepenulisan Novel, Sabtu 30 Maret 2019.

Berlangsung di Pasar Segar Pengayoman, Makassar, pihak MIB Indonesia menghadirkan penulis novel Seindah Purnama di Atas Samudra, Abdul Rahim Abdullah dengan nama pena Pendekar Samudra 412.

Dalam Talkshow Kepenulisan juga turut hadir Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Makassar, Tetta Sally, yang juga merupakan penulis novel ‘Maka Nikmat Rindu Mana Lagi yang Kau Dustakan’.

Baca Juga: Penerbit MIB Indonesia Luncurkan Buku Karya Alumni SMAIT Ar-Rahmah

Abdul Rahim bercerita di hadapan peserta yang hadir tentang bagaimana dirinya mulai menulis.

Saat itu, kata Abdul Rahim, ia mulai mengisi waktu istirahatnya dengan menulis. Dengan tidak sengaja teman kerjanya membaca tulisan Pendekar.

Baca Juga: IPNU-IPPNU Bulukumba Luncurkan Buku, Ketua PCNU Beri Apresiasi

“’Apa kelanjutanya ini ceritamu? Penasaran ka! Lanjutkan lagi ceritamu,” ungkapnya memulai menceritakan awal mula terciptanya novel Seindah Purnama di Atas Samudera.

Ketika itu, lanjutnya, rekan kerjanya kerap membaca lanjutan tulisan Abdul Rahim dan selalu mendesaknya untuk menulis lagi agar ia bisa membaca cerita dari lanjutan tulisannya.

Pesan Abdul Rahim dalam karya novelnya, Seindah Purnama di Atas Samudra

Novel ‘Seindah Purnama di Atas Samudra’

Lewat novelnya ini, Abdul Rahim yang menggunakan nama pena Pendekar Samudra 412 itu ingin membuka mata masyarakat tentang kabar negatif yang beredar menyangkut profesi seorang pelaut.

Baca Juga: IPNU-IPPNU Bulukumba Luncurkan Buku, Ketua PCNU Beri Apresiasi

“Awalnya saya juga berpikir mengenai hal-hal negatif tentang pelaut. Ketika saya mendapatkan beasiswa dari Jepang untuk berkesempatan menjadi pelaut, di situlah mata saya terbuka. Ternyata hal negatif tentang pelaut itu tidak benar,” jelas pemilik akun Instagram pendekar_samudera_412 ini.

“Dari survei yang saya lakukan sendiri ketika saya masuk ke diskotik dan menanyai profesi mereka hampir tidak ada yang berprofesi sebagai pelaut. Ini salah satu bukti bahwa anggapan miring tentang pelaut itu salah,” lanjut siswa Ahli Teknik Tingkat 2 (ATT) ini.

Pelaut yang sudah berkepala empat ini juga mengungkapkan bahwa ada beberapa teman kerjanya yang juga seorang penghapal Alquran dan setiap Jumat mereka mengadakan pengajian rutin di kapal.

“Saya bargabung di FLP Taiwan dan banyak belajar lewat grup FB. Ketika kapal bersandar di Makassar di situlah saya mengenal dan bergabung di FLP ranting Unismuh Makassar dan bertemulah saya dengan Tetta Sally,” cerita Abdul Rahim tentang perkenalannya dengan pemateri Talkshow Kepenulisan Novel, Tetta Sally.

Tips Nulis Novel dari Tetta Sally

Sesi foto bersama

Sementara itu, pembicara Talkshow, Tetta Sally, membeberkan beberapa tips menulis novel.

“Cerita akan lebih bermakna dan lebih indah ketika ada informasi baru yang didapatkan oleh pembaca yang tidak ditemui di buku-buku sebelumnya,” ungkap Tetta.

Sally menambahkan bahwa nama tokoh yang pernah digunakan para novelis yang lain agar tidak digunakan lagi.

“Dulu saya pajang foto cewek yang ditaksir di kamar dan jika menulis saya tinggal mengungkapkan keindahan matanya. Alisnya tebal matanya sipit dan ketika dia mengedipkan satu bola matanya aku hampir pingsan dibuatnya,” cerita Tetta diselingi tawa dari peserta yang hadir.

Tips selanjutnya, kata dia, usahakan nama tokoh dan karakternya disesuaikan.

“Penamaan tokoh sangat perlu diperhatikan. Aisyah misalnya tapi karakternya ini adalah seorang pembunuh atau pembunuh bayaran bagi seorang laki-laki yang bermata keranjang. Itukan tidak cocok,” ujar Ketua FLP Makassar ini.

Di akhir kegiatan tim redaksi MIB tak lupa untuk mengabadikan momen kegiatan tersebut.

Citizen Reporter: Suci Muslimah

Bagikan