Politisi Demokrat: Era SBY BBM Naik 2 Kali dan Jokowi 7 Kali

Politisi Demokrat: Era SBY BBM Naik 2 Kali dan Jokowi 7 Kali

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat Cipta Panca Laksana ditengah kenaikan harga BBM memberikan perbandingan antara era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan era Jokowi.

Perbandingan yang diberikan oleh Cipta Panca Laksana adalah tentang kenaikan gaji PNS dan anggota TNI-Polri yang naik 9 kali pada era SBY dan hanya naik 2 kali pada era Jokowi.

Selain perbandingan mengenai gaji PNS, TNI-Polri, Cipta Panca Laksana juga membandingkan kenaikan harga BBM di era SBY dan Jokowi, dimana pada masa kepemimpinan SBY, BBM hanya naik 2 kali dan pada masa pemerintahan Jokowi BBM naik 7 kali.

Cipta Panca Laksana mengatakan apa yang dia sampaikan itu adalah sebuah fakta yang terjadi di dua kepemimpinan berbeda.

“Era Presiden SBY, gaji PNS dan anggota TNI-Polri naik 9 kali dengan kisaran 15-19 persen, dan dua kali kenaikan BBM serta satu kali penurunan harga BBM. Era Jokowi harga BBM naik 7 kali dalam 8 tahun, gaji PNS dan anggota TNI-Polri hanya naik 2 kali itupun kisaran 5 persen. Fakta!”, kata Cipta Panca Laksana seperti dikutip dari media sosial Twitter miliknya, Minggu 4 September 2022.

Politisi Demokrat: Era SBY BBM Naik 2 Kali dan Jokowi 7 Kali
Baca Juga

Seperti diketahui, kenaikan BBM pada saat ini di era Jokowi menuai protes dari berbabagi pihak yang menilai hal ini sebagai bentuk kegagalan pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya sesuai dengan aturan konstitusi. Hal ini dinilai tidak sebanding dengan gaji yang diberikan oleh pemerintah.

Kritikan untuk Jokowi setelah menaikkan harga BBM datang dari anggota DPR RI fraksi Demokrat, Irwan, mengatakan ini merupakan bentuk ketidakpedulian pemerintah terhadap derita rakyat.

“Kenaikan BBM ini adalah bentuk abai dan tidak peduli pemerintah terhadap derita rakyat dan kesusahan rakyat saat ini”, kata Irwan.

Kendati mendapat sorotan, kenaikan BBM ini justru dinilai oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan sebagai hal yang wajar.

“Tahun 2045 (Indonesia) akan menjadi negara maju, harus kompak. Manakala pemerintah ada tindakan yang mungkin sementara waktu tidak enak, misalnya menaikkan harga BBM, itu sudah kita hitung bahwa itu yang terbaik daripada tidak menaikkan BBM”, ujar Luhut.

Sebelumnya, Luhut juga membandingkan antara harga BBM di Indonesia dan harga BBM mayoritas negara di dunia. Menurut Luhut, di Indonesia harga masih relatif lebih murah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.