Menteri Kesehatan: Pengidap Kanker di Indonesia 0,13 Persen dari Jumlah Penduduk

Menteri Kesehatan
Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Slamet, membaakan sambutan Menteri Kesehatan RI di kegiatan Seminar Nasional peringatan Hari Kanker Sedunia yang digelar Pemprov Sulsel

Terkini.id, Makassar – Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh Slamet, Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi memaparkan sejumlah penelitian soal bahaya penyakit kanker.

“Ini semua untuk mengingatkan dunia dan sekaligus mengingatkan kepada kita semua tentang bahaya penyakit kanker. Juga yang terpenting, bagaimana upaya pencegahannya,” kata Slamet saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI di kegiatan Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang digelar Pemprov Sulsel, Sabtu 9 Februari 2019.

Slamet menyebutkan bahwa Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari setiap tahunnya. Oleh sebab itu perlu mendapat perhatian lebih.

“Kanker merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan beban pembiayaan yang sangat besar. Berdasarkan laporan penelitian total pengidap kanker di indonesia saat ini sekitar 0,13 persen dari jumlah penduduk,” ujar Slamet.

Slamet mengatakan, berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kanker menempati urutan ketiga penyakit dengan beban biaya terbesar pada tahun 2017.

“Biaya yang diperuntukkan untuk mengatasi atau merawat masalah kanker sebesar 3,1 triliun rupiah, sangat besar. Sedangkan untuk tahun 2018 sampai oktober 2018, pembiayaan kanker berjumlah 2,3 triliun rupiah,” sambungnya.

Slamet melanjutkan, sekitar 43 persen kanker dapat dicegah, inilah kabar gembiranya. Katanya dengan raut senyum.

“Dengan cara apa? melalui pola hidup bersih dan sehat serta upaya deteksi dini guna mencegah terjadinya penyakit kanker atau mendapatkan pendapatkan hasil mengobatan yang maksimal,” terangnya.

Slamet menjelaskan dengan hati-hati soal penyebab penyakit kanker.

“Kanker disebabkan oleh multifaktor antara lain meliputi, sifat keturunan, itu komponen paling kecil. Kemudian paparan zat penyebab kanker yang sering kita sebut karsinogenik. Terakhir, pola hidup yang tidak sehat,” pungkasnya.

Bahaya Limbah Mikro Plastik

Di akhir sambutannya, Slamet memberi semacam perenungan soal kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia.

“Pencemaran lingkungan merupakan salah satu penyebab terjadinya kasus kanker di masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, salah satu masalah lingkungan yang sedang menjadi perhatian kita semua adalah bahaya limbah mikroplastik.

“Mikroplastik semakin banyak dihasilkan karena aktivitas manusia (termasuk kita semua) menggunakan plastik begitu banyak dalam kehidupan sehari-hari,” kata Slamet.

Hal ini, lanjutnya, menyebabkan penyebab pencemaran lingkungan dimana-mana termasuk di laut, salah satu area yang sangat terdampak limbah plastik.

“Banyak spesies laut mencerna limbah mikroplastik, termasuk ikan dan karang dan seterusnya. Hal ini dapat menjadi bahan beracun yang berdampak terhadap ekologi dan keamanan pangan terhadap kesehatan manusia,” ujarnya.

“Kita ingat, beberapa waktu lalu ada paus yang mati di laut Wakatobi, seluruh isi perutnya adalah plastik semua dan ini kondisi yang mesti segera kita atasi bersama,” tambahnya.

Reporter: Kamsah

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini
Sulsel

Gubernur Sulsel Akan Berantas Mafia Benih

Terkini.id -- Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menandatangani kontrak kerjasama antara perusahaan penyediaan bibit dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Kantor