Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajukan usulan untuk penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Usulan itu diajukan oleh Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Permintaannya dikhususkan untuk produk mobil rakyat, yang dijual seharga Rp 240 juta.
“Mobil rakyat itu yang harganya Rp 240 juta. Itu bukan merupakan barang mewah, jadi kami sudah mengajukan penghapusan PPnBM untuk mobil rakyat itu,” kata Agus selaku Menteri Perindustrian yang dikutip dari CNN Indonesia pada hari Minggu, 2 Januari 2022.
Selain itu, mobil rakyat juga merupakan mobil dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc, dan dapat memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 80 persen.
Agus juga menyampaikan bahwa pengajuan pembebasan PPnBM karena menurutnya, industri otomotif merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang baik dalam sebuah negara.
- Jelang PPnBM 0 Persen Berakhir, Kalla Toyota Beri Promo Spesial di Customer Gathering Online ke-77
- Meski Telah Berakhir, Relaksasi PPnBM 0 Persen Tetap Berlaku di Wuling Kumala
- Relaksasi PPnBM 0 Persen Akan Berakhir, Wuling Kumala Jamin Ketersediaan Unit dan Program dengan Keuntungan Berlimpah
- Pemerintah Minta Masyarakat Naik Transportasi Umum, Tapi Diskon PPnBM 0%
- Hore, Pemerintah Hapus Pajak PPnBM Mobil, Dimulai Maret hingga Mei 2021
Menanggapi usulan itu, Sri Mulyani angkat bicara. Menteri Keuangan itu mengaku belum dapat mengambil keputusan perihal usulan yang diajukan.
“Untuk PPnBM kami belum putuskan,” kata Sri Mulyani kepada wartawan, pada hari Jumat, 31 Desember 2021.
Ia juga menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo memintanya untuk mengkaji ulang tentang usulan tersebut.
“Bapak Presiden minta dikaji lagi terutama dengan apakah demand-nya sudah meningkat cukup bagus. Jadi kita akan lihat,” ujarnya.
Karena untuk sementara ini, Pemerintah baru menggratiskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor konstruksi dan perumahan.
“Yang kemarin diputuskan Bapak Presiden PPN untuk perumahan yang konstruksi, kalo kita lihat sektor konstruksi masih agak tertinggal, (sementara sektor) manufaktur perdagangan bergerak cukup kuat,” jelasnya lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
