Masuk

Dana Pensiun ASN Disebut Beban Anggaran, Achmad Nur: Kacau, Jangan Jadi Bangsa Lupa Jasa Orang!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, seorang pakar kebijakan publik Narasi Institue Achmad Nur Hidayat menyoroti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Diketahui hal tersebut berawal saat, Sri Mulyani Indrawati mengakui anggaran belanja pensiun untuk ASN, TNI, dan Polri menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lantas hal tersebut, Achmad Nur Hidayat menilai bahwa pernyataan dana pensiun ASN, TNI, Polri sebagai beban menunjukkan cara berpikir yang kacau.

Baca Juga: Puan Ucapkan Sehat Terus ke SBY, Begini Komentar AHY

 “Cara berfikir Ibu Sri Mulyani ini kacau dan aneh dengan mengatakan dana pensiun adalah beban,” ujar Achmad.

Bukannya tanpa alasan, menurut Achmad dana tersebut sebetulnya adalah tabungan mereka ketika masih aktif yang di setorkan ke negara dan dikelola oleh negara dan dikembalikan kepada mereka ketika sudah pensiun adalah pandangan yang benar.

Atas dasar itu, Achmad meminta Sri Mulyani untuk lebih bijak mengeluarkan narasi terkait masalah ini.  Dikutip dari Wartaekonomi. Sabtu, 26 Agustus 2022.

Baca Juga: Siap-siap, Pemerintah Naikkan Tarif Cukai Rokok 10 Persen

Dibandingkan hanya fokus menyoroti dana penisun, Ahmad menilai masih banyak pos-pos APBN lain yang bisa diefisienkan.

“Sri Mulyani sebagai menteri keuangan harusnya bijak dalam memandang masalah dana pensiun ini. Masih banyak pos pos belanja negara yang bisa di efisienkan termasuk proyek proyek yang cenderung menghambur hamburkan keuangan negara yang menggunakan dana APBN yang bisa di stop daripada harus mempermasalah kan dana pensiun bagi ASN, TNI dan Polri,” jelasnya.

Achmad melanjutkan, Jangan sampai ketidak mampuan Menteri Keuangan dalam mengatur Keuangan Negara ditimpakan kesalahannya pada pensiunanASN,TNI dan Polri yang sebetulnya mereka menerima hak mereka sendiri.

 “Jangan sampai kita menjadi Bangsa yang mudah melupakan jasa orang orang yang sudah berkorban bagi Negara di masa yang lalu dan kemudian sekarang kita menyebutnya sebagai beban negara,” ujarnya.

Baca Juga: Tarif Cukai Tembakau Akan Dinaikkan Pemerintah, Pengamat: Kehidupan SKT Niscaya Akibatkan Masalah Sosial!

Sebelumnya, Sri Mulyani menyinggung soal dana Penisun ASN, TNI, dan Polri yang dianggap menjadi bebasn APBN.

“Seperti diketahui belanja pensiun di dalam APBN itu pemerintah itu tidak hanya pensiun ASN TNI POLRI bahkan ASN, daerah pun kita juga membayarkan pensiun penuh karena kita masih menggunakan prinsip defind benefit, artinya setiap yang sudah pensiun mendapatkan benefit atau manfaat yang sudah di defind,” kata Sri Mulyani.