Oleh: dr. Wachyudi Muchsin
Di antara riuh rendah metropolitan Shanghai, menara ini berdiri tegak bagai mutiara raksasa yang menantang langit.
Oriental Pearl Tower simbol kemajuan, seni, dan impian manusia yang tak pernah berhenti menatap cakrawala.
Dari pagi yang berembun hingga malam yang bertabur cahaya, menara ini selalu hidup, berkilau di jantung distrik Pudong, di tepi lembut Sungai Huangpu.
Ikon yang Menyatukan Masa Lalu dan Masa Depan
- PDAM Makassar Rampungkan Perbaikan Pipa Bocor 400 MM di Perintis Kemerdekaan
- Dari Desa Kanreapia ke Panggung Dunia, Jamaluddin Buktikan SATU Indonesia Awards Jadi Jalan Perubahan
- Astra Ajak Generasi Muda Makassar Jadi Agen Perubahan melalui SATU Indonesia Awards 2026
- Dekranasda Makassar Perkenalkan Warisan Budaya Gowa kepada Delegasi Internasional
- Makassar Bidik Investasi Global, Delapan Negara Tindak Lanjuti Hasil IGS 2026
Diresmikan pada tahun 1994, Oriental Pearl Tower menjulang setinggi 468 meter, dan pernah menjadi bangunan tertinggi di Tiongkok selama lebih dari 16 tahun.
Kini, meski gedung-gedung pencakar langit baru bermunculan, pamornya tak pernah surut.
Ia tetap menjadi ikon kota Shanghai tempat di mana masa lalu, masa kini, dan masa depan berpadu dalam satu tarikan napas.
Desain arsitekturnya begitu unik dan futuristik: serangkaian bola besar yang disusun vertikal, dihubungkan oleh kolom ramping seperti tangga menuju langit.
Dua bola utamanya, di ketinggian 120 dan 300 meter, menjadi sorotan mata dunia, karya arsitektur yang memadukan harmoni estetika Timur dan teknologi modern Barat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
