Terkini, Makassar – Bau badan salah satu masalah yang sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri.
Menanggapi permasalahan tersebut, dr Wachyudi Muchsin SKed SH MKes CMed seorang praktisi Kesehatan dan Dokter Estetik pun turut memberikan sejumlah penjelasan terkait penyebab bau badan terjadi pada seseorang.
Menurut American Association for the Advancement of Science, kata Dokter Koboi, penyebab bau badan adalah perkembangbiakkan bakteri saat kita sedang berkeringat. Dengan adanya keringat, bakteri punya banyak supply makanan untuk menggandakan dirinya.
“Secara ilmiah, bau badan (bromhidrosis, osmidrosis, atau ozochrotia) disebabkan oleh bakteri yang hidup di permukaan kulit dan stres juga bisa memicu munculnya bau badan, ” kata Dokter Yudi kepada terkini.id, Sabtu 24 Agustus 2024.
“Sebenarnya keringat yang dihasilkan tidak berbau, namun aktivitas bakteri yang membuat tubuh jadi mengeluarkan bau,” sambungnya.
- Desakan Insan Pers, Hukum Polisi yang Merampas HP Wartawan Saat Meliput Pengungkapan Sabu 1 Kg di Jeneponto
- LPS Gandeng Unhas Bekali Generasi Muda Makassar Bentengi Finansial di Era Digital
- Dari Pendidikan hingga Infrastruktur, Wali Kota Appi Pastikan Perhatian Pemkot Menjangkau Wilayah Kepulauan
- Dr. Aswati Asri Nahkodai Prodi Pendidikan Bahasa Makassar, Fokus Perkuat Mutu Akademik
- Pemkot Makassar Hadirkan Pete-pete Laut Gratis untuk Pelajar, Nakes, dan Warga Kepulauan
Selain bakteri, lanjut Yudi menyampaikan bahwa para ilmuwan juga menyebut kelenjar apokrin adalah ‘biang kerok’ yang menjadi penyebab bau ketiak dan menimbulkan bau yang jarang diketahui orang.
“Keringat manusia emang nggak berbau, namun tergantung dari kelenjar keringat mana yang paling banyak memproduksi keringat, apalagi yang memicu bau yang tidak sedap,” bebernya.
Kelenjar apokrin bermuara di folikel rambut, berfungsi melepas keringat saat suhu tubuh naik atau dilanda stres.
“Air keringat yang diproduksi kelenjar ini mengandung protein tinggi, sehingga mengeluarkan bau saat diurai oleh bakteri.
Biasanya sih, kelenjar apokrin aktif di bagian tubuh tertentu, seperti ketiak, selangkangan, dan area lipatan tubuh,” urainya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
