Oleh: dr. Wachyudi Muchsin
Di antara riuh rendah metropolitan Shanghai, menara ini berdiri tegak bagai mutiara raksasa yang menantang langit.
Oriental Pearl Tower simbol kemajuan, seni, dan impian manusia yang tak pernah berhenti menatap cakrawala.
Dari pagi yang berembun hingga malam yang bertabur cahaya, menara ini selalu hidup, berkilau di jantung distrik Pudong, di tepi lembut Sungai Huangpu.
Ikon yang Menyatukan Masa Lalu dan Masa Depan
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
- Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Wilayah Sulsel
- Laba Tumbuh 32 Persen, PT Vale Lanjutkan Transformasi sebagai Perusahaan Mineral Berkelanjutan
- Komisi IX DPR RI Himpun Masukan RUU Ketenagakerjaan di Sulteng, BPJS Tekankan Perlindungan Pekerja
Diresmikan pada tahun 1994, Oriental Pearl Tower menjulang setinggi 468 meter, dan pernah menjadi bangunan tertinggi di Tiongkok selama lebih dari 16 tahun.
Kini, meski gedung-gedung pencakar langit baru bermunculan, pamornya tak pernah surut.
Ia tetap menjadi ikon kota Shanghai tempat di mana masa lalu, masa kini, dan masa depan berpadu dalam satu tarikan napas.
Desain arsitekturnya begitu unik dan futuristik: serangkaian bola besar yang disusun vertikal, dihubungkan oleh kolom ramping seperti tangga menuju langit.
Dua bola utamanya, di ketinggian 120 dan 300 meter, menjadi sorotan mata dunia, karya arsitektur yang memadukan harmoni estetika Timur dan teknologi modern Barat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
