Terkini.id, Gowa – Apa yang anda pikirkan kalau mendengar nama Kabupaten Gowa? Tentu saja sejarah kerajaannya yang terkenal dan objek wisata paling banyak dikunjungi di kabupaten ini, apalagi kalau bukan Malino.
Bisa dikatakan Malino merupakan tempat wisata keluarga yang populer kala akhir pekan dan musim liburan tiba.
Selain Malino, terdapat satu desa yang pesonanya tak kalah indah dengan tempat yang dijuluki Kota Bunga ini yakni Topidi.
Berada di ujung Kecamatan Tinggi Moncong dengan ketinggian ±1100 MDPL, Topidi memberikan pemandangan pegunungan dan dataran tinggi yang sangat sejuk dan memanjakan mata bagi orang yang mengunjungi tempat ini.
Desa yang garis wilayahnya berbatasan langsung dengan Ramma dan Gunung Bawakaraeng ini menyajikan keindahan persawahan dan perkebunan bahkan sebelum anda mencapai tempat tujuan.
- Langkah Maju Pendidikan Jeneponto, Pemkab Luncurkan Aplikasi SPMB, Wujudkan Pelayanan yang Modern dan Transparan
- 10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar, Wali Kota Munafri Pastikan Seleksi Transparan
- Jeneponto Perkuat Langkah Cegah Stunting, Gerakan Orang Tua Asuh dan Inovasi Barcode Peduli Resmi Diluncurkan
- Dispora Makassar Hadirkan YOUTIVE Inspire Educamp 2026, Ruang Tumbuh bagi Pemuda Inspiratif
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
Selama perjalanan anda akan dimanjakan dengan hamparan sawah terasering, perkebunan khas dataran tinggi dan kebun kopi milik warga seluas 500 H.

Topidi memberikan kesan yang khas bagi anda yang berkunjung ke tempat ini, suasana tenang nan sejuk menjadi ciri khas Desa penghasil kopi ini.
Jumlah masyarakat tetap di desa ini tidak lebih dari 100 Kepala keluarga dan jarak antar rumah yang renggang membuat lingkungan ini jauh dari kebisingan.
Selain faktor kurangnya warga, rutinitas berkebun setiap hari membuat rumah-rumah di pinggir jalan terlihat sepi dan menciptakan suasana tenang, kita hanya akan sering mendengar suara alam seperti suara angin yang berhembus pelan, kicauan burung, suara tarian dari deadaunan, dan suara air yang mengalir.
Selain menawarkan keindahan pegunungan dan suasana pedesaannya, Topidi juga menyembunyikan surga kecil mereka di dalam pegunungan hutan tropisnya.
Apa yang ada di dalam hutan itu adalah Air terjun setinggi 80 meter. Cukup dengan menempuh 30 menit berjalan kaki dari pemukiman warga, Anda sudah bisa menikmati keindahan Air terjun yang ada di tengah hutan dan dikelilingi tebing ini.
“Belum banyak orang yang mengunjungi Air terjun ini semenjak ditemukan oleh warga lokal 30 tahun lalu, hanya warga sekitar yang melewatinya kalau mau berkebun dan kenalan dekat dari luar kota yang diajak kesana,” ujar Manggi, salah seorang tokoh pemuda yang aktif mengadvokasikan persoalan wisata yang ada di kampungnya tersebut.

Memang betul kalau Topidi masih sangat jarang dikunjungi wisatawan karena kalah pamor dengan tetangganya, Malino.
Padahal, kata Manggi, bisa dikatakan tempat ini lebih tenang dan sejuk karena letak geografisnya yang berada di kawasan pegunungan Bawakaraeng.
Pemuda yang akrab disapa Om Manggi ini berharap Kampungnya bisa didatangi banyak orang agar Topidi bisa dikenal sebagai Kampung wisata selain Malino.
“Pembangunan sektor wisata di kampung ini akan terus dilanjutkan guna menggaet wisatawan untuk datang ke Topidi, suasana yang berbeda dari tempat lain dan belum mematok pembayaran untuk datang saat ini menjadi ciri khas kami,” ujar pria 30 tahun ini.
Penulis : Muhammad Nur Rahmat
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
