Migor Mahal dan Langka, Warga Polewali Mandar Beralih ke Minyak Kelapa Tradisional

Migor Mahal dan Langka, Warga Polewali Mandar Beralih ke Minyak Kelapa Tradisional

R
Resky Amaliah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kelangkaan minyak goreng yang terjadi di pasaran dan minimnya ketersediaan diakibatkan karena adanya perubahan kebijakan yang cepat.

Sehingga membuat para pelaku industri dari hulu ke hilir butuh waktu untuk merespons kebijakan dari pemerintah.

Imbas dari langkanya minyak goreng di pasaran membuat warga Polewali Mandar (Polman) mulai melirik minyak kelapa tradisional atau yang lebih dikenal dengan sebutan minyak mandar.

Dari informasi yang didapatkan, sejak sebulan terakhir produksi minyak goreng kelapa tradisional mulai menarik perhatian warga sekitar.

Beberapa pengrajin minyak mandar Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar diketahui mulai kebanjiran pesanan dari pedagang di pasar tradisional.

Baca Juga

Bahkan hal ini membuat para pengrajin mengaku tak bisa maksimal dikarenakan pengerjaannya yang masih manual.

Sebab itu para pengrajin mulai menambah tenaga kerja untuk membantu proses pembuatan minyak mandar.

Harga minyak mandar memang sedikit lebih mahal dari harga minyak kelapa sawit di pasaran yakni sekitar Rp 17 ribu perbotol. Namun harga sesaui dengan kualitas minyak yang didapatkan karena lebih gurih dan harum.

Sebab dari 100 biji kelapa tua hanya menghasilkan sekitaran 10 liter minyak kelapa tradisional atau minyak mandar.

Meskipun sedikit lebih mahal namun warga di Desa Patampanua lebih senang menggunakan minyak mandar dibanding mingak kelapa sawit karena warga sekitar masih menggunakan untuk masakan tradisional.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.