Terbatas! Ini Cara Dapatkan Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter

Terkini.id, Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) mengatakan, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi mengenai penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat seharga Rp 14.000 melalui media sosial dan website resmi.

Informasi tersebut disampaikan berkaitan dengan sosialisasi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Mulai Senin nanti masyarakat dapat mengakses segala informasi terkait sosialisasi penjualan dan pembelian minyak goreng melalui kanal resmi media sosial instagram @minyakita.id dan juga website linktr.ee/minyakita,” kata Luhut dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenkomarves, Jumat 24 Juni 2022.

Baca Juga: Nicho Silalahi Sebut Tak Percaya Presiden: Kalau Jokowi Berani Pecat...

Luhut menjelaskan, dalam kebijakan terbaru ini masyarakat dapat membeli minyak goreng curah rakyat dengan harga Rp 14.000 per liter sebanyak maksimal 10 kilogram per hari.

Pembelian dengan harga tersebut harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau dengan menunjukkan NIK.

Baca Juga: Luhut Turun Tangan Soal Kasus Brigadir J, Gus Umar: Sikat...

“Pembelian minyak goreng curah rakyat di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya. Dan dijamin bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram,” ujar Luhut dilansir dari Kompas.com.

“Masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah rakyat dengan harga eceran tertinggi,” tuturnya.

Luhut juga mengungkapkan, minyak goreng curah rakyat dengan harga tersebut dapat diperoleh di penjual atau pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0.

Baca Juga: Luhut Turun Tangan Soal Kasus Brigadir J, Gus Umar: Sikat...

Selain itu, dapat diperoleh juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan Gurih.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, kebijakan terbaru ini merupakan transisi perubahan dalam sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah.

Sehingga dia memastikan pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin, 27 Juni 2022 dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan,” sebut Luhut.

“Nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK,” jelasnya.

Untuk memastikan masa sosialisasi dan transisi berjalan maksimal, Luhut juga telah membentuk task force untuk menyebarluaskan informasi terkait transisi sistem baru kepada masyarakat.

Tim ini nantinya akan menyediakan berbagai saluran informasi untuk melayani pertanyaan ataupun keluhan yang muncul dari masyarakat terkait pembelian minyak goreng curah rakyat.

“Masyarakat nantinya dapat mengakses segala informasi terkait sosialisasi penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat melalui kanal media sosial yang akan disiapkan,” kata Luhut.

Bagikan