Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan upaya mitigasi untuk menghadapi bencana banjir di musim hujan. Upaya mitigasi ini dengan revolusi drainase.
Danny Pomanto mengatakan memiliki program untuk mengatasi banjir dalam jangka panjang. Seperti melakukan penambahan kanal. Hal tersebut, kata dia, telah berlaku di seluruh dunia.
“Jadi harus ada kita revisi sistem drainase. Barangkali perlu penambahan kanal dan volume-volume drainase yang sudah bisa menampung attack atau serangan bencana hidrometeorologi yang tiba-tiba,” kata Danny Pomanto, sapaannya, Selasa, 14 Februari 2023.
Banjir di Kota Makassar makin sering terjadi. Dalam satu tahun terakhir banjir terus terjadi setiap kali hujan lebat. Butuh kebiasaan dan infrastruktur baru untuk memperbaiki keadaan.
Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman menilai banjir yang terjadi pada Senin, 13 Februari 2023 merupakan banjir terparah di Kota Makassar. Pasalnya, beberapa titik yang sebelumnya tak pernah terkena banjir kini ikut terdampak.
“Ini perlu mitigasi yang mendalam. Seumur-umur baru kali ini paling parah,” kata Yeni.
Menurutnya, ada kesalahan fatal pada penganggaran sebelumnya terkait proyek infrastruktur untuk penanganan 42 ruas jalan dan 47 drainase di Kota Makassar yang tidak jalan.
Proyek perbaikan 42 ruas dengan pagu anggaran senilai Rp 185 milliar. Rinciannya, Proyek pembuatan jalan sebanyak 20 ruas, sementara 22 ruas jalan akan direhabilitasi.
Sementara, perbaikan drainase sebanyak 47 paket dengan pagu anggaran senilai Rp 52 milliar. Rinciannya, 23 paket di antaranya direncanakan untuk pembangunan, sementara 24 paket sebagai proyek rehabilitasi.
Hal itu, kata dia, ikut berkontribusi memperparah banjir yang terjadi kemarin.
“Kalau itu jalan hasilnya tidak separah ini,” sebutnya.
Yeni juga menyoroti soal drainase yang tidak tertutup. Pasalnya, banyak pengendara dan pejalan kaki yang jatuh saat banjir terjadi. Musababnya, mereka tak bisa membedakan mana jalan dan drainase saat terjadi banjir.
Ia pun meminta pemerintah kota tak melakukan pembiaran dan menutup drainase tersebut. Menurutnya, hal itu sangat membahayakan warga.
“Kemarin waktu saya turun saya hampir jatuh ke got karena tidak bisa membedakan mana jalan saat banjir,” sebutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
