Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia akhirnya menjelaskan mengenai sikap Republik Indonesia atas perang antara Ukraina dan Rusia.
Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden menjelaskan bahwa Indonesia menganut sistem politik bebas aktif sehingga jika ada dua negara yang sedang berkonflik maka sikap pemerintah akan tidak mencoba untuk membela siapapun.
Indonesia yang saat ini menjadi tuan rumah acara KTT G20 nanti telah memutuskan tidak akan memihak Ukraina ataupun Rusia.
Moeldoko memberikan penjelasan sikap Indonesia atas Rusia dan Ukraina ini kepada Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket.
“Indonesia dihadapkan pada situasi yang sulit untuk mendukung Ukraina dan memberikan sanksi pada Rusia,” ucap Moeldoko dikutip dari pikiranrakyat.com bersumber dari antaranews.com, Sabtu, 23 April 2022.
- Moeldoko Sebut Adanya Motif Politik di Balik Pernyataan Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo
- Reshuffle Kabinet Hari Ini, Beredar Kabar Syahrul YL Digantikan Moeldoko
- Upaya Melawan Moeldoko CS, Demokrat Sulsel Ajukan Perlindungan Hukum
- KUHP Baru Resmi Diundangkan Oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno
- Begini Komentar Moeldoko Terkait Kekejian TPNPB-OPM Bunuh Warga Tak Berdosa
“Sebagai Presidensi G20, Indonesia harus merangkul semua negara anggota secara adil sehingga Indonesia tak memihak kepada siapa pun dalam konflik ini,” tutur Moeldoko.
Disisi lain Moeldoko menuturkan bahwa Indonesia sangat menentang segala macam bentuk kekerasan yang dilakukan oleh siapapun itu.
Dilansir dari halaman pikiranrakyat.com, Sabtu 23 April 2022, Moeldoko menambahkan bahwa Indonesia juga akan selalu mendukung perdamaian atas terjadinya perang Rusia dan Ukraina ini.
Sementara itu Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket mengatakan pemerintah seharusnya melakukan penekanan terhadap Rusia agar Presiden Vladimir Putin memberhentikan misinya untuk menginvasi Ukraina.
Ia juga berharap jika Indonesia memberikan sanksi kepada Rusia maka dapat membuka jalan negosiasi terjadinya perdamaian antara kedua belah pihak.
“Uni Eropa meminta agar Indonesia menggunakan pengaruhnya sebagai Presidensi G20 untuk memberikan tekanan pada Rusia agar menghentikan perang di Ukraina,” kata Vincent Piket.
“Karena sanksi merupakan salah satu kunci yang dapat memengaruhi eskalasi perang Rusia-Ukraina. Sanksi dapat membuka peluang terjadinya negosiasi,” jelas Vincent Piket.
Sedangkan menurut Moeldoko pernyataan dari Uni Eropa tersebut memberi arti bahwa Indonesia memiliki pengaruh penting yang signifikan dalam panggung dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
