Terkini.id, Makassar – Invasi Rusia ke Ukraina sudah memasuki hari ke delapan sampai pada hari Kamis, 3 Maret 2022. Sudah banyak korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak.
Dengan masih berlanjutnya invasi Rusia ke Ukraina ini, banyak warga negara asing yang ada di Ukraina berusaha untuk mengungsi keluar menuju negara-negara yang bertetangga langsung dengan Ukraina seperti Polandia dan lain-lain.
Seperti terlihat dari video youtube BBC News Indonesia yang berjudul ‘Kami diperlakukan seperti binatang’ Rasisme dialami pengungsi non-Ukraina.
Banyak warga negara asing yang berusaha mengungsi keluar dari Ukraina melewati perbatasan mendapatkan perlakuan diskriminasi maupun rasis.
Seperti yang dilaporkan seorang Reporter Senior BBC News Parham Ghobadi yang memewancarai para warga negara asing diperbatasan Ukraina-Polandia yang mau mengungsi keluar.
- Jurnalis AS Tucker Sebut Putin Terluka dan Marah Oleh Penolakan Barat
- Putin Sebut Xi Jinping Sebagai Sahabat Terkasih dan Berharap Berkunjung ke Moskow
- Putin Ungkap Tidak Akan Menyerah Pada Upaya Barat Gunakan Ukraina Untuk Hancurkan Rusia
- Volodymyr Zelensky Nyatakan Terus Lawan Rusia Sampai Menang
- Rusia Tolak Mentah 10 Poin Usulan Perdamaian Zelensky
“Selama beberapa hari terakhir di perbatasan, saya bertemu dengan banyak pengungsi non Ukraina yang menceritakan diskriminasi yang mereka alami saat berusaha menyelamatkan diri,” ucap Reporter Senior BBC News Parham Ghobadi seperti di video tersebut yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Sebagian berkata mereka tidak bisa membeli tiket kereta dan lainnya menyebut mereka didorong hingga ke antrean paling belakang, namun mereka tidak bersedia direkam dalam video dengan alasan mereka berharap bisa kembali ke Ukraina suatu hari nanti dan kembali melanjutkan hidup, sambung Parham.
Seorang perempuan berkulit hitam yang mau diwawancarai dan di videokan mengatakan ia merasa kurang tidur, lapar, lelah.
“Kami lelah dan lapar, kami belum tidur selama dua hari karena semua hal ini. Dan, kami merasa sangat marah akan hal ini, karena mengapa mereka mengutamakan warga Ukraina untuk keluar dari perbatasan dan meninggalkan kami di negara mereka,” katanya ke Parham Ghobadi.
“Suasana waktu itu dingin, gelap dan sangat kacau. Mereka memperlakukan kami seperti binatang, kami disuruh duduk dan berdiri, mendorong kami, memukul dengan tongkat, mereka juga menembakkan senjata ke udara untuk membuat kami takut,” sambungnya.
Parham Ghobadi pun bertanya ke perempuan berkulit hitam tersebut, kepada siapa mereka melakukan itu?
“Kepada siapa pun yang bukan warga Ukraina,” tegasnya.
Lain juga halnya yang dialami pria asal India yang mengatakan bahwa tentara Ukraina mendorong mereka dengan popor senapan
“Awalnya tentara Ukraina mendorong senapan ke wajah saya dan teman saya, mereka berlaku buruk kepada kami,” ucapnya ke Parham Ghobadi.
Dengan adanya perlakuan seperti ini, Parham Ghobadi pun mencoba melakukan konfirmasi ke pihak keamanan perbatasan
“Kami menghubungi pasukan keamanan di perbatasan Ukraina tentang hal ini, namun kami belum menerima respons mereka,” kata Parham.
Ukraina telah menjadi rumah bagi puluhan ribu mahasiswa asing yang ingin mengenyam pendidikan. Banyak yang mengatakan mereka mengalami perlakuan rasis sebelum invasi.
Namun dengan perang yang terus berlanjut, orang-orang kulit berwarna khawatir perlakuan rasis itu akan semakin memburuk, tutup Parham Ghobadi di akhir video.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
