Terkini.id, Jakarta – Penemuan mayat tanpa kepala Budi Hartanto (28), masih menjadi misteri.
Budi yang diketahui adalah seorang guru honorer sebelumnya jasadnya ditemukan di dalam koper di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu 3 April 2019 lalu.
Jenazah guru asal Kediri yang menjadi korban mutilasi itu sendiri sudah dimakamkan.
Meski belum diketahui siapa di balik pembunuhan guru asal Kediri itu, diketahui Budi semasa hidupnya mengelola sebuah sanggar tari modern yang diberi nama CK Dance Home di kawasan Ruko GOR Jayabaya, Kota Kediri.
CK Dance Home sendiri menyiapkan penari sexy dancer, tari kontemporer, traditional dance, cabaret dance hingga modern dance female dan male.
Lokasi sanggar tersebut juga digunakan oleh Budi Hartanto untuk membuka warung Royal Cafee Kediri pada malam hari.
Dilansir dari tribunnews, Budi Hartanto juga mengelola Izal Bilyard, sebuah arena biliar di samping sanggar CK Dance Home.
13 Temannya Berkarakter Gemulai
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menyebut pihak penyidik telah memeriksa 13 orang teman korban.
Ke-13 orang tersebut merupakan yang terakhir berkomunikasi dengan korban sebelum ditemukan tewas di dalam koper.
Barung menyebutkan ada dugaan pembunuhan tersebut tidak dilakukan sendiri.
Ada dugaan pembunuhan seorang guru honorer dilakukan secara berkelompok.
“Ada indikasi juga pelaku pembunuhan dilakukan secara berkelompok,” terang dia.
Dugaan itu, lanjut Frans Barung, diperkuat karena lokasi ditemukannya mayat dalam koper yang adalah pria guru honorer asal Kediri itu, berada di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar.
“Karena tidak mungkin yang bersangkutan membuang mayat itu seorang diri,” lanjut dia lagi.
Posisi mayat itu tertekuk memenuhi ruang koper tersebut.
Saat diidentifikasi, mayat itu dalam keadaan terpotong tanpa kepala.
Sementara proses penyidikan berjalan, beredar isu pembunuhan tersebut terkait LGBT atau penyuka sesama jenis.
Hal itu karena kawan-kawan Budi yang dipanggil polisi, semuanya laki-laki dan rata-rata berperilaku ‘gemulai’.
Polisi mengakui ada info seperti itu, namun polisi tidak mau gegabah.
“Info yang berkembang memang seperti itu, kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu (gemulai). Namun kami tetap sesuai fakta. Karena hasil otopsi dari forensik juga belum keluar,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, dikutip dari Tribunnews, Kamis 4 April 2019.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
