MPA Reinkarnasi Terus Berjibaku Salurkan Bantuan Sembako pada Daerah Terisolir di Sulbar

Terkini.id, Makassar – Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Reinkarnasi Sulawesi Barat (Sulbar) terus berjibaku menyalurkan bantuan sembako pada daerah terisolir yang sulit diakses kendaraan roda 4 di Sulbar. Peristiwa gempa tersebut tercatat sudah terjadi selama dua pekan lalu, Jumat, 15 Januari  2021.

Muhammad Fachri Siswanto selaku Koordinator Tim mengaku sehari pascagempa, dia dan beberapa rekannya dari MPA Reinkarnasi Sulbar langsung mendirikan posko dan membentuk tim untuk melakukan evakuasi. 

“Kurang lebih dua pekan kami mendirikan posko induk Mapala Reinkarnasi Sulbar di Desa Banua, Kecamatan Malunda, Majene,” kata Fachri, Selasa, 26 Januari 2021.

Fachri mengatakan saat ini poskonya telah menerima bantuan logistik dari berbagai wilayah termasuk dari Palu, Masamba, dan Sidrap.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurutnya, proses penyaluran bantuan sembako tersebut menyasar sejumlah daerah yang dianggap terisolir dan terdampak. 
 
“Kami fokus menyalurkan di desa yang aksesnya agak sulit dijangkau, termasuk di Desa Mekkatta, Dusun Ratte Punaga, Rui, dan Tamaindung serta Desa Salutohangan, Dusun Salubiru dan Salurindu yang berada di Kecamatan Tappalang, Desa Takkandeang, Dusun Limbeng dan Pala’da,” ungkapnya.

Baca Juga: Gubernur Sulbar Apresiasi IKA Magister Ilmu Biomedik Pascasarjana Unhas Bantu...

Adapun posko MPA Reinkarnasi, kata Fachri, telah dipindahkan agar lebih mudah menjangkau daerah-daerah yang sangat terisolir. Saat ini berada di daerah Tammero’do untuk memudahkan mengakses wilayah Kecamatan Ulumanda.

“Kemarin sudah sampai ke salah satu desa yaitu Desa Panggalo. Alhamdulillah kami dibantu oleh pemuda setempat dan gabungan Pecinta Alam seperti Mahadipa (Stimik Dipanegara Makassar), Mapala IAI Palopo, Komunitas Pecinta Alam Natural Polman, Komunitas Pecinta Alam Bantaeng, dan relawan Dokter Peduli Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mapala Reinkarnasi Sulbar Muh. Aco Agussalim menyampaikan terima kasih atas kepedulian masyarakat dari daerah lain, baik bantuan berupa logistik maupun bantuan relawan.

Baca Juga: Bantu Korban Gempa Sulbar, Sekolah Pascasarjana Unhas Luncurkan Dua Program

Ia berharap masa tanggap darurat segera berakhir dan fase pemulihan segera terjadi agar masyarakat bisa kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan tenang dan tidak lagi was-was.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk para relawan kemanusiaan yang hari ini masih terus bergerak di lokasi bencana,” kata Aco, sapaan akrabnya.

Selain itu, Aco juga meminta agar pemerintah memberi perhatian khusus bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat guncangan gempa.

“Untuk para relawan Mapala Reinkarnasi Sulbar yang berjumlah 10 orang ini agar tetap mengutamakan keselamatan dalam bertugas serta dalam bersentuhan langsung dengan masyarakat yang terdampak agak tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan masker serta protokol kesehatan lainnya,” tutur Aco.

Diketahui, jumlah korban meninggal dunia saat ini di Sulbar sebanyak 91 jiwa, tiga orang dinyatakan hilang di Kabupaten Majene dan dua orang meninggal di pengungsian, 320 jiwa dengan luka sangat berat yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit, 426 jiwa luka berat, 240 jiwa luka sedang dan 2.703 jiwa luka ringan.

Bagikan