MS Kaban Desak MPR Makzulkan Jokowi, Boni Hargens: Modus Ini Terjadi di Malaysia!

MS Kaban Desak MPR Makzulkan Jokowi, Boni Hargens: Modus Ini Terjadi di Malaysia!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – MS Kaban Desak MPR Makzulkan Jokowi, Boni Hargens: Modus Ini Terjadi di Malaysia! Terkait desakan mundur yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan mantan politikus Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban, pengamat politik Boni Hargens buka suara. Ia mengomentari pernyataan MS Kaban tersebut, yang meminta MPR RI segera menggelar sidang istimewa untuk memakzulkan atau mengadili Presiden Joko Widodo. Menurut Boni, pernyataan MS Kaban itu bisa dilihat dari dua hal.

Pertama, sebut Boni, MS Kaban tidak punya informasi yang akurat tentang kinerja pemerintah. Kedua, MS Kaban sengaja melakukan provokasi.

“Kita tahu modus ini sedang terjadi di Malaysia dengan munculnya gerakan serba hitam yang mendesak PM Muhyiddin mundur,” terang Boni kepada wartawan, Rabu 21 Juli 2021, seperti dilansir dari JPNN.com, Kamis 22 Juli 2021.

Doktor lulusan Amerika Serikat (AS) itu menambahkan, rakyat Indonesia mengetahui kerja nyata Presiden Jokowi.

“Mereka tidak buta hati seperti sebagian elite politik yang korup. Apa yang disampaikan Kaban tidak mencerminkan suara rakyat. Itu suara oposisi jalanan,” beber pengamat asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Baca Juga

Menurutnya, kritik semacam itu harus disertai informasi yang komprehensif.

“Kalau tidak, orang akan melihat itu suara provokasi,” imbuh Boni.

Kensati demikian, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) itu menyatakan, kritik terhadap kinerja pemerintah dibutuhkan. Pasalnya, sebut Boni, demokrasi memang butuh pengawasan. Namun, kritik dan provokasi itu jauh berbeda. Ia melihat, pernyataan MS Kaban cenderung ke arah provokasi.

“Saat ini dibutuhkan kesadaran moral bersama untuk berjibaku, bahu-membahu, tolong-menolong dalam menghadapi wabah Covid-19,” tegas Boni.

Untuk itu, ia menyarankan agar rekayasa politik dihentikan dan fokus terhadap keselamatan rakyat Indonesia.

“Rekayasa politik dihentikan. Kita fokus pada keselamatan rakyat seperti yang diteladani Presiden Jokowi,” imbau Boni Hargens.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat MS Kaban meminta MPR menggelar Sidang Istimewa untuk mengadili Presiden Jokowi.

“Presiden pun tak tahu kapan pandemi akan teratasi. Terkendali kata LBP (Luhut Binsar Pandjaitan). Belum terkendali kata Presiden. Presiden dan opung LBP berbeda lihat situasi,” tulis MS Kaban di akunnya di Twitter, Senin 19 Juli 2021.

Selain itu, MS Kaban juga menilai kegagalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat adalah kegagalan presiden.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.