Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh Pada 18 Februari, Observatorium Unismuh Tetap Fasilitasi Rukyatul Hilal Kemenag

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh Pada 18 Februari, Observatorium Unismuh Tetap Fasilitasi Rukyatul Hilal Kemenag

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Observatorium Unismuh berdiri sejak 2021 dan menjadi salah satu fasilitas astronomi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah.

Fasilitas ini dilengkapi dua kubah pengamatan (dome) dan tiga teleskop modern untuk observasi benda langit.

Selain digunakan untuk rukyatul hilal, observatorium juga menjadi laboratorium pembelajaran ilmu falak dan astronomi bagi mahasiswa serta sarana edukasi publik.

Hisbullah menambahkan, keterlibatan Unismuh dalam rukyatul hilal Kementerian Agama bukanlah bentuk kompromi terhadap keputusan organisasi, melainkan ekspresi dari etika kolaborasi.

“Dalam tradisi Muhammadiyah, perbedaan ijtihad adalah keniscayaan. Yang utama adalah menjaga persatuan dan memberi kontribusi nyata bagi kepentingan umat,” ujarnya.

Baca Juga

Dengan demikian, di tengah kemungkinan perbedaan awal Ramadan di tingkat nasional, Unismuh menegaskan dua hal sekaligus: konsistensi pada keputusan KHGT dan komitmen terhadap toleransi serta kerja sama lintas lembaga.

Sebuah sikap yang, menurut Mawardi, merefleksikan watak Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, teguh dalam prinsip, namun terbuka dalam pergaulan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.