Munafri Arifuddin Godok 12 Nama Calon Wakil Walikota Makassar 2020

CEO PSM
CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin (Appi)

Terkini.id — Bakal Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mengodok 12 nama calon pendampingnya pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020 mendatang.

12 nama itu mereka adalah, Zakir Sabara H Wata (Dekan FTI UMI), Prof Yusran Yusuf (Dekan FK Unhas/TGUPP Gubernur Sulsel), Andi Badi Sommeng (Sekdis Pertanahan Makassar/Ketua Umum KKB), Syafruddin Nurdin (Sekda Jeneponto).

Muh Syaiful Saleh (Mantab Asisten Ekonomi Walikota Makassar/Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel), Andi Yagkin Padjalangi (PDIP), Adi Rasyid Ali (Ketua Demokrat Makassar/Legislator Makassar), Andi Syahrir Kube (Demokrat/Mantan Wakil Bupati Wajo).

Andi Rachmatika Dewi (Ketua Nasdem Makassar/Legislator Sulsel), Indira Cunda Titha YL (Nasdem), Taufik Fakhruddin (Dirut Perusda Sulsel/Mantan Direktur PT Maruki Internasional) dan Sukriansah S Latief (Komisaris PT Pupuk Indonesia Holding Company/Komisaris PT Media Fajar Holding Company).

Juru Bicara Appi, Fadli Noor mengatakan, 12 nama itu akan disurvei untuk mengukur kekuatan calon pendamping Munafri di Pilwali.

“Kami sementara membedah dan menggodok sejumlah nama calon wakil yang nanti akan di riset oleh lembaga survei. Penentuan wakil Appi itu melalui tiga tahap, yakni riset, analisis geopolitik, dan analisis SWOT,” kata Fadli.

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Treats (ancaman). Sementara geopolitik adalah analisis perilaku dan kekuatan politik berdasarkan variabel geografi.

Nama-nama yang sementara digodok berasa dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, birokrat, kader partai politik, dan pengusaha.

“Sejauh ini, sementara sudah ada 12 nama yang sudah kami godok. Tapi kemungkinan masih akan bertambah. Intinya dalam menentukan wakil kita menggunakan metode ilmiah, bukan melalui takwil mimpi,” tegas Fadli.

Sementara itu, Direktur PT General Survei Indonesia (GSI), Herman Lilo menyarankan agar setiap calon walikota menentukan wakil menggunakan metode ilmiah.

Metode ini dinilai lebih berpeluang mengantarkan pada kemenangan ketimbang menggunakan metode like and dislike dan takwil mimpi yang sifatnya subjektif.

“Jadi selain riset, juga sangat penting dipertimbangkan faktor geopolitik, elit-elit pendukung figur calon wakil tersebut, organisasi-organisasi pendukungnya, kapabilitasnya, dan kemampuan finansialnya,” imbuh Herman.

Komentar

Rekomendasi

Gelar Rapat Koordinasi, Panitia HBH Ikatek Unhas Matangkan Persiapan EMU 2020

Sudah Diberlakukan 5 Tahun, Perda KTR Masih Butuh Sosialisasi, Ini Alasannya

Bawaslu Makassar Limpahkan Dugaan Pelanggaran None ke KASN

Bawaslu Sulsel Ingatkan KPU Terhadap 9 Titik Kerawanan Rekrutmen PPK

Soal Calon Pendamping, Deng Ical Tunggu Hasil Survei Bulan Januari

Ini Penyebab Calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar Tidak Lulus Berkas

PKB Tegaskan Dukung Adnan-Kio, Meski Maju Jalur Perseorangan

PII Pusat Gelar Rapat Pleno Awal Tahun di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Sikapi Isu Lingkungan, Makassar Digital Valley Bikin Program Spesial ‘Green Network’

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar