Indeks Kelayakan Hunian di Kota Makassar Terendah

Komunitas Makassar Kita menggelar Ngobrol Santai Benahi Makassar dari Kesemrawutan, di Warkop Kanrejawa Makassar, Senin 4 November 2019.

Terkini.id — Komunitas Makassar Kita menggelar Ngobrol Santai Benahi Makassar
dari Kesemrawutan, di Warkop Kanrejawa Makassar, Senin 4 November 2019.

Kegiatan itu menghadirkan tiga narasumber yaitu, Bakal Calon Walikota Makassar Muhammad Ismak, dua narasumber lainnya yaitu, Muhammad Mustaqim Azikin dan Marwan Massinai sebagai ahli tata kota.

Pada kesempatan itu, Muhammad Ismak kegiatan itu sebagai wadah untuk sharing mengupas tentang persoalan yang ada di Kota Makassar.

“Kalau saya melihat kota ini sangat semrawut bahkan peradabannya sudah hilang. Makanya kita ini mau berbuat membenahi sesuai regulasi yang ada,” kata Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Muhammad Mustaqim Azikin mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei Ikatan Perencanaan Indonesia menunjukkan bahwa indeks kelayakan hunian di Kota Makassar paling rendah diantara 26 kota di Indonesia.

“2017 indeks kelayakan hunian di bawah rata-rata. Bahkan berbanding terbalik dengan slogan Makassar menuju kota dunia,” kata Muhammad Mustaqim.

Ia menambahkan, ada tujuh poin yang belum terpenuhi di Kota Makassar, yang pertama berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti perumahan layak, air bersih, listrik, sanitasi dan lainnya.

Kedua ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang masih minim di Makassar. Ketiga ketersediaan ruang publik, sebagai wadah interaksi antar komunitas dan tempat kualitas lingkungan. kelima dukungan budaya. Keenam keamanan dan keselamatan, ketujuh partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Tujuh poin itu masih minim di Makassar, butuh keseriusan pemerintah membenahi Kota Makassar ini,” tambahnya.

Sementar itu, Marwan Massinai memaparkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) dinilai sangat penting di Makassar agar meningkatkan kualitas hidup penghuni kota. Apalagi sampai saat ini Makassar baru memiliki 8 persen RTH.

“kita lihat di New York ada Central Park, luasnya itu, 3,4 km persegi, sampai sekarang masih dipertahankan, padahal kelompok bisnis sangat kuat. artinya apa RTH itu penting sekali. Setiap kabupaten/kota seharusnya menyiapkan 30 persen RTH, kenapa mesti ada supaya kualitas hidup penghuni kota akan meningkat,” paparnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini