Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, Kota Makassar akan berada pada zona hijau bila ratio positif di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.
“Bila 5 persen positivity rate, 100 diperiksa 5 positif,” ujar Naisyah, Kamis, 27 Agustus 2020.
Angka positivity rate Covid-19 atau presentase kasus positif merupakan salah satu indikator untuk menentukan zona sebuah daerah.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan sampling dan pemeriksaan di laboratorium Provinsi Sulsel di Balai Besar Laboratorium Kesehatan atau BBLK.
Selain itu, Naisyah mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi untuk peminjaman mobil PCR keliling.
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
- Minim Pengawasan, Tanah Kosong Rentan Diserobot, Simak Imbauan ATR/BPN
“Kita tracing ketat kembali, misalkan lima orang di rumah baru satuji yang mau diperiksa, kalau misalkan positif semuanya harus di swab, itu wajib,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini hasil pemeriksaan Swab sudah terbilang cepat. Pasalnya, sudah tak ada lagi penumpukan sampel di laboratorium.
“Satu hari biasa sudah keluar hasilnya karena laboratorium sekarang sudah tidak ada penumpukan, tidak adami Swab control,” kata dia.
Pasalnya, sudah ada revisi dari pemerintah pusat, Swab hanya dilakukan sekali terhadap pasien yang karantina.
“Jadi sudah tidak ada swab kedua, langsung sembuh, makanya laboratorium sudah kurang mi pemeriksaannya, jadi hasil sudah cepat,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
