Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menargetkan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, penghargaan tertinggi dalam bidang kabupaten atau kota sehat.
Swasti Saba merupakan penghargaan untuk kota atau kabupaten sehat (terbagi dalam tingkat pemantapan (Padapa), pembinaan (Wiwerda) dan pengembangan (Wistara)
Pemerintah Kota Makassar menerima kunjungan Tim Verifikasi Kota Sehat Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat 22 Februari 2019, bertempat di Ruang Rapat Sipakalebbi, Kantor Wali Kota Makassar.
Kadis Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan Makassar sudah kelima kalinya ikut serta dalam Wistara.
“Kita sudah dapat yang pertama Padapa tahun 2006/2007, sementara tahun 2009 dapat lagi Wiwerda. Pertama tiga tatanan, terus naik lima tatanan dan untuk wistara kita ambil 7 tatanan yang tertinggi, kita sudah 4 kali, sekarang ini kita ikut untuk yang kelima kalinya untuk Wistara,” ujar Naisyah.
- Respons Kilat! Dinkes Makassar Tindaklanjuti Aduan Warga Lewat LONTARA+
- Makassar Dinobatkan Kota KTR Terbaik, Tapi Perjuangan Belum Usai
- Rayakan Kemerdekaan, Hyundai Gowa Sediakan Puluhan Unit Ambulance Untuk Dinkes Kota Makassar
- Lawan Polio, Makassar Targetkan Imunisasi 184.000 Anak
- 2,535 Warga Makassar Terlayani Home Care Dottoro'ta di Semester Pertama 2024
Naisyah menjelaskan Makassar ikut pertama kali sejak di Padang. Makassar sudah ikut ke 7 kalinya. 1 kali mengikuti Padapa, 1 kali Wiwerda, 4 kali Wistara, sudah 6 kali dan ini yang ke 7 kalinya.
Hasil capaian Makassar, kata Naisyah, bukan usaha kami (pemerintah) semata, penilaian langsung ke masyarakat karena mereka yang melihat langsung. Jadi apa yang didapat itu hasil kerja-kerja masyarakat.
“Yang diniai bukan output tapi proses, maksudnya sudah berproses menuju kota sehat,” tambahnya.
Indikator penilaian Swasti Saba Wistara
Kadis Kota Makassar menerangkan indikator penilaian sudah ada SK tentang itu, bukan melihat berapa orang yang sudah menjadi sehat.
“Ini kan tatanan bukan bidang kesehatan saja, salah satu penilaianya adalah pariwisata sehat, perhubungan dengan lalu lintas sehat, perkantoran sehat, kehidupan sosial yang sehat, dan semua SKPD terlibat,” ujar Naisyah.
“Yang dinilai itu upaya-uapaya hukum bahwa sudah terbentuk semua, kemudian sudah berjalan, bukan output yang dilihat tapi dampaknya,” tegasnya.
Kota sehat merupakan pendekatan kesehatan masyarakat yang bertumpu pada kemitraan pemerintah daerah (lintas sektor) dengan masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan fisik dan lingkungan sosial kota.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
