Terkini.id, Makassar – Nama Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djalamuddin disebut oleh Sekretaris Camat Ujung Tanah Andi Syaiful untuk menekan honorer, KPPS, PPS dan Panwas untuk mendukung salah satu paslon di Pilkada Makassar.
Berdasarkan rekaman yang beredar, Syaiful menggiring ASN memenangkan paslon tertentu di Pilkada 2020.
Menanggapi itu, Rudy mengatakan, pihaknya masih mengkaji masalah tersebut. Ia mengaku tak ingin terburu-buru dalam menentukan sikap.
“Kalau saya orangnya itu bukan tipikal yang suka lapor-lapor, kita lihat dulu,” ujar Rudy, Rabu, 14 November 2020.
Rudy mengatakan ingin berpikir matang-matang sebelum memutuskan apakah ingin membawa permasalahan ini ke jalur hukum atau tidak.
- Gojek Gelar Pelatihan Sosial Media di Unhas, Hadirkan Influencer Makassar
- Special Screening Badut Gendong di Makassar Dipenuhi Teriakan Penonton
- Calon Peserta Didik SMKN 6 Makassar Lakukan Tes Kesehatan Jelang SPMB 2026
- Akhir Masa Pengabdian, TMMD ke-128 Jeneponto Resmi Ditutup, Hasil Pembangunan Diserahkan ke Pemda
- Asmo Sulsel Kembali Gelar Technical Skill Contest 2026, Cari Mekanik dan Service Advisor Terbaik
“Ya nanti kita liat, apa yang dilakukan itu. Kami mendukung semua calon. Yang terpenting itu terpilih pemimpin kota Makassar yang betul-betul mau membangun kota Makassar,” kata dia.
Dalam rekaman tersebut, terdengar Syaiful mengarahkan audiens agar satu suara mendukung salah satu kontestan Pilkada 2020.
Hal itu dilakukan karena ada perintah langsung dari pimpinan yakni Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin dan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.
Pembicara meminta seluruh orang terlibat dalam pertemuan itu untuk membantu pemerintah kecamatan memenangkan paslon tertentu saat pencoblosan, 9 Desember mendatang.
“Karena yang terpilih adalah harus ada sinergitas antara Gubernur dan Wali Kota terpilih. Dan strom politik itu bisa ada kalau teman-teman bisa mendukung karena di Makassar ini kami sudah satu petunjuk,” ungkapnya.
“Insya Allah kita menang apalagi bapak-bapak mendukung kami, tetapi kalau tidak kami juga bisa seperti itu,” tuturnya
Selain itu, Syaiful juga meminta kepada Panwas dan PPK yang hadir di tempat tersebut untuk bisa membantu sekaligus membuktikan sesuai dengan petunjuk pimpinan.
“Dengan apa membuktikan, yah dengan memilih yang ditampilkan di situ. Apa yang saya sampaikan merupakan ultimatum dari atas, karena tidak mungkin saya lakukan ini kalau tidak ada ultimatum,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Makassar, Nursari mengatakan, saat ini, belum ada laporan yang masuk. Namun, informasi tersebut sudah tindaklanjuti dalam bentuk penelusurun.
“Perkembangannya kita fokus dulu ke jajaran kita yang juga disebut, sambil mengumpulkan bukti-bukti yang lain karena kan pasti kita akan cari informasi,” ungkapnya.
Bila bukti sudah terkumpulkan, ia mengatakan akan melakukan pemanggilan secepatnya.
“Mudah mudahan dalam satu dua hari ini kita sudah ada gambaran fokus kasusnya,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
