Natalius Pigai Singgung Jokowi, Eko Kuntadhi: Targetnya Memang Mau Kobarkan Kebencian Rasial

Terkini.id, Jakarta – Pegiat Media Sosial, Eko Kuntadhi mengomentari soal aktivis kemanusiaan asal Papua Natalius Pigai yang menyinggung Pemerintahan Presiden Jokowi terkait rasisme di Indonesia.

Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 26 Januari 2021, Eko Kuntadhi menilai Natalius Pigai sengaja menyinggung pemerintahan Jokowi dengan isu rasisme tersebut.

Adapun target Natalius menyinggung soal isu rasisme tersebut, kata Eko, yakni ingin mengobarkan kebencian terhadap ras di Indonesia.

“Emang targetnya mau mengobarkan kebencian rasial di Indonesia, sih,” cuit Eko Kuntadhi.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dalam cuitannya itu, Eko Kuntadhi juga membagikan foto tangkapan layar artikel pemberitaan berjudul “Sindir Jokowi-Ma’ruf Amin, Natalius Pigai: Orang Jawa Tidak Mungkin Minta Maaf” yang dimuat sebuah situs media online.

Baca Juga: Diduga Sindir Hubungan Asmara Kaesang dan Felicia, Eko Kuntadhi: Menunggu...

Diketahui, Natalius Pigai sempat menyebut Pemerintahan Presiden Jokowi beserta partai yang ada di dalamnya diisi orang-orang rasis.

Hal itu ia sampaikan lewat cuitannya di Twitter pada Minggu 24 Januari 2021. Dalam cuitannya tersebur, Natalius mengungkapkan bahwa Jokowi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah memproduksi rasisme secara massif.

“PDIP & Pemerintahnya Partai yang diisi orang Rasialis. Jaman Jokowi & PDIP memproduksi rasisme secara massif,” tulis Natalius Pigai.

Baca Juga: Viral Video Yahya Waloni Diusir Jemaah, Eko Kuntadhi Ucap Syukur,...

Mantan Komisioner Komnas HAM ini juga menyampaikan bukti terkait ucapannya itu yakni soal tidak adanya menteri yang berasal dari Provinsi Papua.

“Mau bantah? Dari 34 menteri, satu Menteri dari Papua saja tidak ada, itu bukti gamblang bahwa kalian Rasis,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Natalius Pigai meminta dengan tegas agar Jokowi dan PDIP jangan lagi berpura-pura bicara soal persatuan dan kebhinekaan lantaran menurutnya hal itu hanyalah utopis.

“Jadi jangan pura-pura persatuan & bhineka yang utopis,” ujarnya.

Bagikan